Baru hijrah

Baru hijrah, lantas salah, harus bagaimana? Ya kuncinya sabar.
Aku pun sudah beberapa minggu sedang futur, nggak ngaji, nggak nyimak kajian online, nggak nonton ceramah, nggak baca buku agama, nggak mengerjakan sunnah hanya yang wajib-wajib saja, sholat di akhir waktu. Yang namanya hijrah ya kudu sabar, karena setan juga sabar menyeret kita (manusia) kembali kepada masa lalu kita, kalau aku sendiri yaitu masa laluku yang suka karaokean pakai smule dan nonton perform Yong Hwa Oppa, biasa lah ke-Korea-Koreaan gitu.
Aku memang sudah niat ninggalin Korean wave (drama maupun Yong Hwa CN Blue), tapi sulit, dan perlu waktu. Sudah terpapar Yong Hwa CN Blue sejak 2010 (9 tahunan), mana bisa secepat itu berubah ?
Aku sih menghadapi semua itu dengan bersabar, karena aku hanya bisa bersabar, tentunya sambil memperbaiki diri, berusaha mengurangi nonton drama Korea.
Sudah lama aku tidak pernah menonton Drama lagi, terakhir nonton di 2016, yaitu drama yang diangkat dari Webtoon terkenal, yaitu cheese in the trap. Kalau masalah Yong Hwa CN Blue, aku kadang masih nonton, tapi sudah jauuh berkurang dari dulu yang tiap hari nyari berita terbaru tentang Yong Hwa.
Semua hal yang porsinya berlebihan memang tidak baik, contoh terlalu mengidolakan penyanyi Korea seperti aku. Mudah-mudahan aku bisa istiqomah meninggalkan semua tentang Korean drama dan tentang Yong Hwa.

tentang pekerjaan saya

Assalamualaikum warahmatullahi wabarokatuh.

Saya bekerja dari tahun 2010, waktu itu umur saya 18 tahun. Di tempat kerja yang lama saya kerja digaji tiga ratus ribu per bulan nya. Disana saya mengenal bagaimana cara mengetik / mengerjakan Microsoft Office, mengganti tinta printer, mengarsipkan surat, membuat klipping dan mengirim e-mail, dan pekerjaan yang sifatnya administrasi seperti menghimpun laporan bulanan.


Lalu saya menganggur  selama sembilan bulan, sejak Maret 2013 sampai dengan Desember 2013. Saya menganggur cukup lama karena belum dapat pekerjaan baru. Alasan saya berhenti di pekerjaan lama saya adalah karena saya hanya digaji 300 ribu saja per bulan dan tidak ada peningkatan sama sekali, saya juga sudah bosan mengerjakan  pekerjaan yang sama setiap hari selama 3 tahun lebih.


Kemudian, saya selama menganggur mengambil kursus di balai latihan kerja selama 3,5 bulan (September 2013 sampai Desember 2013).  Lalu pada Awal Bulan Januari 2014 saya masuk kerja ke kantor baru, alhamdulillah diterima dan sampai sekarang masih bekerja di kantor yang sama.
Gaji awal saya 900 ribu rupiah (2014). Awal 2015 gaji saya naik menjadi 1.250.000 karena saya memakai ijazah S-1 saya , saya di wisuda Bulan Oktober tahun 2014.
Lalu Bulan Nopember 2016, gaji saya mengalami kenaikan menjadi 1.600.000, lalu tahun 2020 naik kembali menjadi 1.800.000.
Ada beberapa kenaikan yang terjadi selama saya bekerja di tempat yang sekarang. Walau hanya 1.800.000 tapi saya merasa uang itu cukup untuk membantu orang tua, cukup untuk memenuhi keperluan pribadi saya (makan dan jajan),  dan untuk keperluan seperti bensin dan pulsa.
Bahkan dulu sempat nabung dan tabungannya bisa dipakai jalan – jalan di Jakarta selama 3 hari.
Alhamdulillah atas segala rejeki yang diberikan Allah kepada saya, saya sangat bersyukur.
Jujur, di tahun 2014 akhir saya mau berhenti dan mencari pekerjaan yang lain, bekerja di sektor swasta, tapi tidak jadi karena Mama saya tidak setuju.


Mungkin, bagi yang biasa punya gaji tiga juta, empat juta, atau lima juta, bagi mereka gaji saya sangat kecil. Tapi bagi saya walau kecil tapi itu sangat bermakna, sangat berharga.

Sebenarnya bukan masalah nominalnya tapi apakah gaji yang kita hasilkan bisa memberi manfaat bagi diri kita dan orang tua kita. Itulah nilai yang sangat berharga dari gaji kita.


Sudah dulu ya curhatnya.
Wassalamualaikum.

Menyukai dan Menghapus

Asalamualaikum teman – teman,

Di awal Pebruari 2020 lalu, aku suka sama seseorang yang aku ‘kira’ dia juga suka sama aku. Tapi aku agak ragu sama keseriusan si dia. Lalu waktu berlalu, kami sempat jogging bareng di bulan Pebruari satu kali, lalu dia sibuk dan nggak pernah ngajakin jogging lagi. Tapi ya sudah, aku nggak terlalu mempermasalahkan, termasuk saat aku nanya dia di bulan Maret lalu apa dia lari, tapi dia bilang nggak ada lari, padahal aku tahu kalau dia lari, tapi udah ketahuan aja dia bohong sama aku, tapi aku nggak ngerti juga maksud dia bohong buat apa. Di 7 April 2020 (buset, aku sampai mencatat tanggal nya) nah, di 7 April 2020, aku lihat foto dia sama cewek lagi jogging bareng, ya udah kan aku santai aja, soalnya si cewek badan nya mungil jadi si cewek itu aku pikir cuman sepupu perempuan nya Si J aja (inisial nya ‘J’). Trus kan aku santai, trus sekitar dua minggu lalu aku menemukan fakta, ternyata itu tunangan nya dia (si Mr. J), jogging di April 2020 trus mereka tunangan di akhir Mei 2020.

Ya udah, kemarin aku ngerasa sakit hati banget, galau gitu dan ngga bisa tidur. Aku kalau lagi galau sampai sampai nggak bisa tidur, Semalam aku tidur jam 01.00 dini hari.

Sebenarnya aku ingin curhat di Blog ini, pakai bahasa inggris, tapi sulit, soalnya penguasaan kosakata dan grammar ku sangat jelek dan lamban kalau nulis pakai bahasa inggris.

Nah, itu cowok kan omongan nya pas jogging sama aku kan,lembut, romantis , ngasih harapan, ternyata Si ‘J’ cuman PHP alias Pemberi harapan palsu doang. Aku paling benci cowo PHP.

Aku kayak jadi mandang semua cowo itu PHP, maafkan .

Trus tadi ngga sengaja nge scroll Instagram dan ada video IG Tv yang temanya Tips move on dari Delmira. Nah, salah satu cara biar cepat move on katanya “Menghapus si Dia”. Ya udah, tanpa pikir-pikir lagi, aku block tuh akun strava dia, akun strava ceweknya dia, akun ig dia, akun ig ceweknya dan akun Fb si J.
Ya buat apa juga temenan, tar malah nambahin sakit hati karena lihat stories tu orang di instagram.
Jadi ya aku hapus aja akun fb, ig dan strava si Mr. J ini.
Aku nulis ini sampe kesel-kesel gitu lo. Cewek yang aku kira cuman sepupu dia ternyata sekarang mereka tunangan. Kalau dipikir-pikir, cepet juga ya dia langsung ke hubungan tunangan, padahal baru jogging di Awal April, tapi, bisa aja sih mereka sudah saling kenal sebelunya. Ya aku nggak tau juga awal mereka ketemu gimana dan tanggal berapa. Yang pasti aku lagi maraaah banget nget sama si Mr. J.
Mungkin aku aja yang terlalu berharap sama orang yang nggak bisa diharapkan. Ya sudahlah, walau nggak bisa se -cepet itu aku move on, tapi aku bener-bener ingin move on. Ya, walau butuh beberapa minggu untuk bener-bener ngilangin rasa marah ini.
Itulah, aku selalu suka sama orang yang salah. Dia yang ngga pantas buat aku, aku ingin berpikiran seperti itu. Cowok yang suka bohong, playboy, ngga pantas lah buat aku yang setia ini.
Semarah-marahnya aku, ya aku nggak ngehapus dia dari Whats App, karena ya tetap saja itu nggak sopan kalau aku ngehapus nomor kontak dia. Walau kadang masih suka ngelihat status di WA dia juga secara nggak sengaja.

Nih, kata sebuah artikel di salah satu media online, kata cowok tentang Cowok PHP, yaitu :

71% cowok bilang tanda-tanda PHP adalah cowok yang sering ngajak chat, ngajak jalan, bahkan ngomong mesra ke cewek tapi enggak pernah nembak cewek tersebut.

15% cowok bilang kalau tanda-tanda PHP adalah si cowok yang suka goda-godain cewek.

14% cowok bilang tanda-tanda PHP itu sering ngajak chat tapi enggak pernah ngajak cewek itu jalan.

Iya, aku tau sih chat sama jalan – jalan berdua / berdua-dua an itu dilarang dalam syariat, tapi aku kadang masih ngelanggar juga, hanya karena aku suka (menyukai) Orang, iya aku tahu, aku sudah melanggar zona-zona yang nggak boleh dan zona-zona terlarang.
Dan akibat atau konsekuensi dari pelanggaran itu aku terima sekarang.

Maafkan aku yang belum bisa seratus persen patuh sama yang di larang dalam syari’at islam . Dan sampai sekarang masih aja seperti itu.
Saat ini aku masih galau dan kecewa.

Udah dulu ya, Wasalamualaikum.