50 persen

Asalamualaikum wr. wb.

Halo kawan-kawan, Alhamdulillah hari ini adalah 17 Ramadhan.

Ramadhan tahun ini terasa berbeda. Berbeda dalam artian, Allah SWT memberikanku hidayah untuk lebih mengenal Islam. Seperti yang aku katakan pada postingan sebelumnya bahwa aku muslimah tetapi pengetahuanku tentang agama hanya sedikit,25%,seperti kewajiban umat muslim itu apa saja, yaitu sholat,puasa,zakat fitrah, haji bagi yang mampu.

Tapi hal-hal lainnya aku masih sangat fakir ilmu. Di bulan Ramadhan ini Allah SWT ingin aku lebih dekat kepadaNya. Aku jadi suka mendengarkan ceramah/ majelis ilmu, menghapus semua lagu yang ada di dalam playlist hp ku, mulai sering pakai kaos kaki karena kaki ternyata juga aurat, tidak pernah lagi ketinggalan sholat wajib, mencoba untuk tidak tidur setelah makan sahur agar bisa sholat subuh tepat waktu, mencoba untuk selalu sholat Sunnah rawatib, memperbanyak mengingat Allah SWT.

Sungguh luar biasa rasanya padahal baru mendekat sejengkal tapi hati ini menjadi lebih tenang, apalagi karena setiap hari mendengarkan murotal Al Qur’an hati menjadi lebih sejuk.

Bisa dikatakan pengetahuanku tentang Islam sudah bertambah menjadi 50 persen. Namun, ada satu kewajiban sebagai muslimah yang belum dapat aku laksanakan yaitu menikah bagi yang sudah mampu untuk menikah.

Setiap hari aku selalu berdo’a kepada Allah SWT agar diberikan jodoh yang bisa membimbing di dunia dan akhirat, bisa menjadi istri yang sholehah bagi pasanganku nanti. Bisa menjadi ibu yang baik bagi anak-anakku nanti.

Ibu adalah masdrasah pertama bagi anak-anaknya. Btw, kalau melihat teman sebaya yang anaknya sudah dua, aku jadi merasa iri sekali karena aku menikah aja belum apalagi punya anak.

Tapi pasti ada hikmahnya mengapa Allah SWT belum memberikan jodoh bagiku. Mungkin Allah SWT ingin aku berubah dulu menjadi lebih baik. Karena laki-laki yang baik adalah untuk perempuan baik-baik.

Beberapa hari ini aku selalu berlebihan jajan kue,makanan dan minuman. Padahal dalam Islam,sifat boros dan membuang-buang uang itu tidak diperbolehkan. Aku juga sering jajan makanan/kue/baju/kerudung/sepatu di online shop yang membuat tabunganku di bank habis tak tersisa lagi, astaghfirullahaladzim aku sudah memboroskan begitu banyak uang bukan di jalan kebaikan.

Aku merasa sangat menyesal telah bersifat boros dalam berbelanja dan sering mubadzir terutama make up dan masker, sering beli tapi tidak digunakan/ dipakai. Baru-baru ini aku membuang cream wajah (pemutih) yang kala itu seharga 880 ribu. Subhanallah, aku membuang uang sebanyak itu untuk cream yang cuma aku gunakan satu atau dua kali saja.

Cream tersebut membuat wajahku jdi banyak jerawat makanya aku hentikan pemakaiannya padahal sudah beli mahal-mahal, kala itu gajiku masih 1.250.000 dan 880.000 nya aku gunakan untuk beli skin care yang tidak bermanfaat sama sekali karena tidak membuat wajah membaik justru menimbulkan jerawat dan wajah makin berminyak.

Kadang kalau beli barang secara online apalagi skin care bisa tidak cocok untuk kita pakai.

Itulah kerugian membeli produk online dan kerugian membuang-buang uang tidak di jalan yang Allah kehebdaki.

Manusia itu sesungguhnya yang ada di dalam otaknya cuma harta dunia, kemewahan,kecantikan,ingin dipandang kaya dan semuanya hanya kenikmatan sementara dan semu. Dunia hanya sesuatu yang fana, akhiratlah yang kekal.

Aku juga merasa sering ingin dipandang baik, dipandang cantik, ingin punya kekayaan. Inilah rayuan syaithon kepada manusia agar manusia yang ada di dalam otaknya cuma dunia, dunia, dunia saja. Sampai akhirnya ajal menjemput maka baru dia sadar dan mau bertaubat tapi sudah terlambat.

Nah aku merasa diri ini masih fakir sekali akan ilmu agama fakir sekali dalam beribadah dan fakir dalam mengingat kematian padahal kematian itu amatlah dekat.

Yang ada di dalam pikiranku hanya dunia, dunia dan dunia saja, Astaghfirullahaladzim.

Begitulah dunia ini membuat kita mabuk kepayang bahkan lupa kepada siap kita akan kembali. Hanya kepada Allah Subhana huwata ala.

Semoga ini jadi pengingat bahwa kehidupan dunia ini hanyalah fana, tidak kekal, makanya jangan sibuk belajar ilmu umum/ilmu dunia saja tapi juga harus mempelajari ilmu agama. Ayo bersiap-siap membawa perbekalan yaitu pahala.

Ayo ramai-ramai berubah jadi muslim yang taat sama perintah agama. Sholat jangan ditinggalkan apalagi tidak sholat. Banyak orang yang Islam cuma di KTP saja tapi tidak mengetahui ajaran agama Islam dan hal-hal yang dilarang agama.

Ayo hijrah!!

Wasalamualaikum wr. wb.

Iklan

Belajar Tentang Islam

Asalamualaikum wr. wb.

Halo teman-teman blogger, masih puasa kan? Alhamdulillah. Suatu nikmat tersendiri ketika kita dapat berjumpa lagi dengan bulan suci Ramadhan.

Karena tahun depan belum tentu kita masih dipertemukan lagi dengan bulan ini. Karena umur kita, tidak ada yang pernah mengetahuinya. Umur adalah rahasia Allah SWT.

Tahun ini ada kebiasaan tahun lalu yang aku pertahankan yaitu tidak tidur ba’da sholat subuh. Tidur setelah sahur atau setelah subuh yang durasinya satu jam saja hanya membuat kepala pusing jadi sejak taun lalu aku mulai berhenti untuk tidur setelah sholat subuh. Waktu yang tersisa aku pakai untuk aktivitas yang lain.

Alhamdulillah baru saja selesai haid hari Rabu kemarin. Mudah-mudahan abis idul Fitri bisa segera membayar hutang puasa, karena kalau tidak langsung dibayar biasanya akan menjadi malas untuk dilaksanakan.

Akhir-akhir ini mulai ingin belajar dan mempelajari Islam dari nol lagi yaitu memahami dasar-dasar Islam. Aku Islam tapi tidak mengenal Islam dengan baik. Dari SD,SMP,SMA sampai perguruan tinggi selalu sekolah di sekolah umum. Dimana pelajaran agama Islam di sekolah tersebut hanya dua jam dan dua kali seminggu. Dimana aku tidak memiliki pondasi keislaman yang kuat.

Ayahku dan Ibu, dua-duanya juga tidak sekolah agama tapi sekolah umum. Di keluargaku juga tidak terlalu paham agama. Hanya dasar-dasarnya seperti sholat itu wajib, puasa itu wajib, zakat fitrah itu wajib, haji itu wajib bagi yang mampu, sedekah itu baik dan berbuat baik ke sesama manusia itu wajib.

Namun, hal-hal yang lebih mendalam tentang Islam tidak bisa kudapatkan dari mereka.

Oleh karena itu aku masih salah dalam tata cara sholat dan saat ini sedang berusaha melakukan perbaikan.

Aku ingin lebih memahami Islam dan lebih dekat dengan Kitab Suci Umat Islam, Al Qur’an.

Tidak pernah ada kata terlambat bagi yang mau belajar kan?

Walau aku baru sadar bahwa pengetahuan Islam itu sangat penting. Dan menguatkan Iman itu sangat penting.

Tapi semoga yang terlambat ini juga memiliki hikmah tersendiri. Apapun yang terjadi dalam hidup kita pastinya mengandung sebuah hikmah.

Sudah dulu ya curhatnya. Wasalamualaikum wr. wb.

Menghindari Musik

Asalamualaikum wr. wb.

Aku bersyukur terlahir dari keluarga yang memeluk Islam. Namun, justru karena sudah Islam sejak lahir membuatku menjadi merasa tidak perlu belajar lagi.

Padahal yang aku ketahui tentang Islam masih sedikit sekali dan aku enggan menggali dan mempelajari Islam dengan lebih baik.

Akibatnya aku sering tidak khusyuk sholat, tidak begitu menghargai puasa. Tapi itu dulu, sebelum umurku 23 atau 24 tahun aku puasa tetapi sering diam-diam minum padahal hanya segelas atau dua gelas air karena yang paling tidak bisa kutahan adalah rasa haus. Aku melakukan hal tersebut tanpa rasa malu. Padahal ada Allah SWT, ada malaikat yang selalu mengawasi dan melihat.

Tapi itu dulu, ketika aku masih belum dewasa. Sekarang aku sudah berjanji ke diri sendiri tidak akan mengulangi perbuatan itu lagi. Sungguh sebuah perbuatan tercela. Dan aku dulu masih suka bolong-bolong sholat, belum lima waktu. Baru-baru ini aku membaca sebuah artikel Islam bahwa meninggalkan salah satu sholat wajib adalah kategori dosa besar, Astaghfirullah hal adzim.

Dulu, pemahamanku akan agama sangat kurang. Makanya aku sering menggampangkan perihal sholat wajib. Aku juga suka menggampangkan dosa kecil yang lama-lama bisa jadi dosa besar. Pokoknya aku suka sholat di akhir waktu,futur(lalai), malas-malasan dalam beribadah, malas tarawih

Astaghfirullahaladzim, kalau aku bercermin kepada masa laluku, aku sungguh merasa malu kepada Nya. Aku meninggalkan Al Qur’an selama beberapa tahun sampai aku lupa hukum tajwid.

Aku jarang sholat Sunnah, jarang tahajjud,jarang berdo’a, bahkan seusai sholat langsung main hp.

Aku dilalaikan oleh hal-hal duniawi, seperti menonton film Korea, film barat, musik dan lagu-lagu yang membuat lalai.

Aku sedang berusah untuk menyingkirkan hal yang paling aku sukai di dunia ini yaitu musik. Aku suka bernyanyi,suka lagu barat. Mulai sekarang aku tidak akan lagi bernyanyi kecuali sholawatan, tidak akan lagi mendengarkan musik kecuali tidak sengaja. Sulit memang karena sudah kebiasaan aku sejak remaja belasan tahun mendengarkan musik kapanpun,dimanapun. Kebiasaan ini patut dijauhi karena musik itu ternyata yang membuat sering lalai untuk sholat, lalai mengerjakan ibadah, lalai dari adzan yang berkumandang. Musik adalah panah-panah iblis.

Dari semua ulama yang aku dengarkan tausiyahnya, semua mengharamkan musik.

Semoga aku benar-benar bisa terhindar dari musik. Dan bisa lebih dekat dengan Kitabullah, Al Qur’anul Karim. Amin.

Masyaallah sudah hari ke sebelas puasa di bulan suci. Semoga amal kita di bulan ini diterima disisiNya dan dilipatgandakan pahalanya.

Mudah-mudahan kita semua dibimbingNya menuju jalan yang lurus. Semoga hati kita ditegakkan dalam Iman dan Islam.

Selamat menjalankan ibadah puasa ya teman-teman semua.

Wasalamualaikum wr. wb.

Saya Ingin Berubah

Asalamualaikum wr. wb.

Ya Allah SWT. saya Nurhidayanti, umatMu yang masih suka bermalas-malasan dan tidak menyegerakan sholat, suka lalai, suka futur, mahklukMu yang lemah dan banyak dosanya. Yang memiliki banyak penyakit dihatinya, yang banyak memiliki kekurangan.

Alhamdulilah lagi-lagi kita dipertemukan dengan bulan Ramadhan, bulan suci penuh rahmah dan kemuliaan. Bulan diturunkannya Kitab mulia Al Qur’an Al Karim.

Di bulan ini, banyak dari kita yang tiba-tiba keimanannya meningkat. Semoga kita diberikan ketetapan hati untuk tetap Istiqomah di jalanNya.

Mengingat masa lalu membuat aku menjadi sadar. Sadar akan diriku yang sudah makin tua. Dua puluh tujuh tahun enam bulan umur yang sudah diberikan oleh Allah SWT. Kemana ku habiskan umurku selama ini?

Akhir-akhir ini setelah melihat beberapa ceramah dari beberapa Ustadz walau hanya mendengar melalui YouTube, aku jadi tersadar bahwa aku selama ini hidup selama dua puluh tujuh tahun penuh dengan kesia-sia’an.

Dan saat ini sedang berupaya merubah diri. Menjadi manusia yang taat. Kalau datang panggilan sholat, tidak melambat-lambatkan sholat tetapi langsung mengerjakannya.

Dan masyaallah godaan setan dalam mengerjakan sholat ini besar sekali. Aku memang belum benar dalam beribadah, masih bolong-bolong, tapi itu dulu, sekarang aku harus selalu sholat lima waktu.

Beberapa waktu ini aku mencoba untuk menghindari musik, mendengarkan murotal saja, berhenti menonton drama Korea, film indonesia dan film barat, berusaha untuk tidak terlalu lama bermain-main dengan Instagram dan memblok akun-akun laki-laki atau wanita yang mengumbar aurat.

Berusaha untuk belajar membaca Al Qur’an dari nol lagi. Karena aku sejujurnya sudah sangat jarang membacanya, Astaghfirullahaladzim.

Mudah-mudahan Allah SWT memberikanku ketetapan iman.

Semoga aku bisa mendapatkan teman- teman yang memiliki niat sama yaitu sama-sama ingin berhijrah.

Wasalamualaikum wr. wb.

Galau Tentang Pekerjaan

Asalamualaikum wr. wb.

Dengan rahmat Allah Swt, aku masih bisa menulis pada hari ini, masih bernafas, masih diberikan umur dan diberikan kesehatan yang merupakan karunia yang luar biasa. Aku merasa begitu bersyukur karena kesehatan adalah hal yang paling penting dalam hidup manusia. Dan Allah Swt lebih menyukai muslim yang kuat daripada muslim yang lemah. Dan kalau kita sehat, kita tentu bisa lebih kuat dalam melakukan segala aktivitas duniawi termasuk juga aktivitas beribadah kepada Allah Swt. Dalam kehidupanku yang sudah menginjak usia 27 tahun ini, aku merasa banyak sekali hal terutama dalam kebaikan yang belum aku kerjakan. Aku masih begitu sibuk dengan urusan duniawi. Setiap manusia diberikan waktu yang sama dalam sehari yaitu dua puluh empat jam,namun dari dua puluh empat jam, berapa jam waktu kita untuk sholat dan beribadah?

Aku merasa urusan dunia telah menyita waktuku terlalu banyak dan aku sama sekali penuh dengan dosa-dosa. Aku merasa ingin bebas dari semua urusan pekerjaan andaikan bisa. Karena sebenarnya aku ingin lebih banyak menghabiskan waktu untuk beribadah dibanding bekerja.

Aku ingin sekali tidak terikat dengan jam kerja dan aku bisa beristirahat kapanpun aku menginginkannya, aku bisa beribadah selama yang aku mau, aku tidak diatur oleh orang lain. Aku sedang berpikir pekerjaan apa yang bisa aku lakukan selain bekerja di kantor seperti yang selama ini aku lakukan. Di dunia ini kita hanya hidup sementara dan akan kekal di akhirat nanti.

Demikian curahan hatiku hari ini, Wasalamualaikum wr. wb

Tentang Impian Keliling Dunia

Asalamualaikum wr. wb.

Halo…apa kabar?

Kawan-kawan yang baik hatinya, kali ini saya ingin curhat lagi. Ini mengenai impian lama saya yaitu berkeliling dunia. Salah satu impian yang sangat besar. Karena mimpi itu gratis dan tidak ada seorangpun yang boleh membatasi mimpi kita.

Mungkin terdengar mustahil, tidak masuk akal, tidak mungkin. Namun, ketika Allah SWT mewujudkannya ini sesuatu yang mungkin saja terjadi.

Salah satu impian terbesar dalam hidupku adalah berkeliling dunia. Entah dari mana tiba-tiba keinginan ini muncul. Mungkin terinspirasi dari tayangan tv yang aku tonton, mungkin terinspirasi dari buku yang pernah aku baca. Bagaimanapun aku merasa bahagia karena memiliki impian ini.

Setidaknya kalau impian ini tidak terwujud, aku sudah berhasil menjelajahi salah satu negara yang sangat ingin aku kunjungi yaitu Saudi Arabia dan aku sudah merasa bangga dengan semua itu.

Akhir-akhir ini keinginan untuk resign sering sekali muncul di benakku. Ini terjadi karena ada pekerjaan yang tidak aku sukai, dan atasan yang kurang sreg di hati dan suasana kerja yang tidak kusukai.

Tapi, aku harus berpikir dengan lebih bijak mengenai hal ini. Karena ini adalah sebuah keputusan besar yang pasti akan ditentang oleh keluarga.

Banyak orang yang menginginkan ada di posisiku sekarang tapi aku malah tidak bersyukur dan ingin berhenti. Pasti orang-orang akan mengatakan kalau aku bodoh dan tidak masuk akal.

Aku sudah menceritakan tentang keinginanku ini dan Mama menentang keputusanku. Aku juga sudah menceritakan kepada sahabatku tapi kata sahabatku, “Lalu ibaratnya kamu udah resign, apa rencana kamu selanjutnya?”.

Saat dia mengatakan hal tersebut, aku langsung seperti tersadar. Benar kata sahabatku, apa yang aku lakukan selanjutnya? Aku masih bingung juga.

Dalam kebingungan ini aku berpikir bahwa benar kata orangtuaku, benar kata sahabatku.

Lalu pada akhirnya aku menunda keputusanku untuk resign dari tempat kerjaku saat ini.

Menundanya sampai paling tidak aku tahu apa rencanaku selanjutnya setelah resign.

Sesungguhnya keinginan terbesarku saat ini adalah aku ingin Menikah.

Tapi walaupun kelak sudah berumah tangga, aku juga ingin tetap bekerja biar tidak sumpek di rumah. Yang pastinya ingin tetap aktif dan membantu perekonomian keluarga, itupun kalau di izinkan oleh calon suami.

Dan aku harapkan semoga di izinkan. Karena aku nggak ingin hanya menjadi wanita yang tinggal di rumah, aku ingin juga jadi wanita yang memiliki karir di luar rumah.

Sudah dulu ya, Wasalamualaikum.

Umroh dan Jodoh

Asalamualaikum wr. wb.

Jadi, hari ini kembali beraktivitas seperti biasanya. Tadi malam baru tidur jam 00.05 malam gara- gara nonton video tentang tanda-tanda hari akhir dan video tentang Islam. Nonton nya dari jam 10 malam sampai 12 malam. Padahal udah tahu keesokan harinya harus banyak beraktivitas tapi tetap saja begadang dan padahal masih sakit.

18 Maret sampai dengan 30 Maret aku ikut travel menjalankan ibadah Umroh. Perjalanan empat hari, di Makkah 6 Malam dan di Madinah 3 Malam, Totalnya tiga belas hari.

Lalu disana aku terserang demam pada saat di Madinah. Setelah demam terserang flu pilek, dan berlanjut hingga pulang ke rumah dan sampai hari ini masih berlanjut. Mudah-mudahan Allah SWT segera memberiku kesehatan, amin.

Foto di depan Ka’bah.

Alhamdulillah segala hal disana berjalan dengan baik dan lancar. Dan aku merasa sangat bahagia ternyata Allah SWT memanggilku ke Baitullah secepat ini. Sungguh aku tidak menyangka tahun ini salah satu resolusiku akan terwujud.

Dan akhirnya aku bisa menginjakkan kaki di tanah suci Mekkah dan Madinah, Alhamdulillah.

Disana aku sekamar dengan seorang teman yang usianya lebih muda dua tahun dariku. Makanan di Restoran di Hotel Makkah adalah makanan yang berbumbu khas Arab jadi kurang cocok dengan lidahku tapi aku tetap makan dengan teratur dan cukup.

Di Makkah cuaca panas tapi suhu udara nya malah terasa dingin menurutku karena ada hembusan angin setiap berjalan keluar hotel menuju Masjidil Harom. Kami melaksanakan umroh selama tiga kali dan dibimbing oleh muthawif (pembimbing) yaitu seorang ustadz yang tinggal di sana. Tetapi ustadz nya asli orang Lombok.

Jadi, ada sebuah kejadian yaitu dua hari setelah pulang ke Indonesia, ustadz / muthawif tersebut menghubungiku. Kemudian beliau mengatakan ingin melamar ku empat bulan lagi karena beliau ingin memperistri ku. Masyaallah.

Mungkin karena di sana aku berdo’a meminta jodoh jadi langsung dikabulkan do’anya oleh Allah SWT.

Sayangnya adalah beliau ingin menjadikanku istri kedua.

Sungguh aku sangat membenci yang namanya poligami karena menurutku itu sangat menyakitkan di pihak perempuan atau istri karena diduakan.

Walaupun saling menyukai tapi tetap saja banyak pertimbangan yang harus dipikirkan terutama karena status beliau yang sudah beristri dan memiliki anak. Selain itu, beliau meminta aku untuk tinggal di Makkah.

Iya, salah satu cita-citaku adalah keliling dunia tapi bukan berarti bahwa aku ingin tinggal di luar Indonesia. Arti keliling dunia itu sendiri adalah tinggal hanya untuk sementara waktu saja. Bukan untuk bermukim lama apalagi tinggal secara permanen.

Kalau tinggal secara permanen hal tersebut sama sekali tidak ada di dalam bayanganku karena hal itu menuntut keberanian dan ketangguhan mental. Hidup di negeri orang bukanlah hal yang mudah apalagi dengan kendala bahasa dan budaya yang jauh berbeda dengan negara asal.

Mamaku saja juga tidak setuju apabila Ustadz itu mengajakku untuk tinggal di Makkah. Apalagi aku dan keluarga belum mengenal dengan baik tentang ustadz tersebut. Hanya kenal selama sembilan hari di Mekkah dan Madinah. Lalu beliau tiba-tiba mau datang empat bulan lagi untuk melamar ke rumah. Sungguh sebuah hal yang sangat cepat dan mendadak.

Dan sama sekali tidak aku duga bahwa semua ini akan terjadi. Akhirnya Ustadz tersebut mengundurkan diri dan aku malah merasa lega karena tidak perlu menolak beliau karena beliau sendiri yang mundur.

Sungguh aneh dan mau bikin aku tertawa bila ingat hal ini. Kejadian yang benar- benar instan, begitu cepat beliau mau melamar tetapi begitu cepat juga beliau mengundurkan diri. Aku jadi meragukan soal keseriusan beliau. Tapi ya sudahlah. Tidak apa-apa, terlalu banyak halangan juga di hubungan ini kalau dilanjutkan.

Tentunya aku harus menanggung banyak sekali resiko apabila menerima Ustadz tersebut.

Sudah dulu ya curhatnya. Wasalamualaikum.