Galau Tentang Pekerjaan

Asalamualaikum wr. wb.

Dengan rahmat Allah Swt, aku masih bisa menulis pada hari ini, masih bernafas, masih diberikan umur dan diberikan kesehatan yang merupakan karunia yang luar biasa. Aku merasa begitu bersyukur karena kesehatan adalah hal yang paling penting dalam hidup manusia. Dan Allah Swt lebih menyukai muslim yang kuat daripada muslim yang lemah. Dan kalau kita sehat, kita tentu bisa lebih kuat dalam melakukan segala aktivitas duniawi termasuk juga aktivitas beribadah kepada Allah Swt. Dalam kehidupanku yang sudah menginjak usia 27 tahun ini, aku merasa banyak sekali hal terutama dalam kebaikan yang belum aku kerjakan. Aku masih begitu sibuk dengan urusan duniawi. Setiap manusia diberikan waktu yang sama dalam sehari yaitu dua puluh empat jam,namun dari dua puluh empat jam, berapa jam waktu kita untuk sholat dan beribadah?

Aku merasa urusan dunia telah menyita waktuku terlalu banyak dan aku sama sekali penuh dengan dosa-dosa. Aku merasa ingin bebas dari semua urusan pekerjaan andaikan bisa. Karena sebenarnya aku ingin lebih banyak menghabiskan waktu untuk beribadah dibanding bekerja.

Aku ingin sekali tidak terikat dengan jam kerja dan aku bisa beristirahat kapanpun aku menginginkannya, aku bisa beribadah selama yang aku mau, aku tidak diatur oleh orang lain. Aku sedang berpikir pekerjaan apa yang bisa aku lakukan selain bekerja di kantor seperti yang selama ini aku lakukan. Di dunia ini kita hanya hidup sementara dan akan kekal di akhirat nanti.

Demikian curahan hatiku hari ini, Wasalamualaikum wr. wb

Iklan

Tentang Impian Keliling Dunia

Asalamualaikum wr. wb.

Halo…apa kabar?

Kawan-kawan yang baik hatinya, kali ini saya ingin curhat lagi. Ini mengenai impian lama saya yaitu berkeliling dunia. Salah satu impian yang sangat besar. Karena mimpi itu gratis dan tidak ada seorangpun yang boleh membatasi mimpi kita.

Mungkin terdengar mustahil, tidak masuk akal, tidak mungkin. Namun, ketika Allah SWT mewujudkannya ini sesuatu yang mungkin saja terjadi.

Salah satu impian terbesar dalam hidupku adalah berkeliling dunia. Entah dari mana tiba-tiba keinginan ini muncul. Mungkin terinspirasi dari tayangan tv yang aku tonton, mungkin terinspirasi dari buku yang pernah aku baca. Bagaimanapun aku merasa bahagia karena memiliki impian ini.

Setidaknya kalau impian ini tidak terwujud, aku sudah berhasil menjelajahi salah satu negara yang sangat ingin aku kunjungi yaitu Saudi Arabia dan aku sudah merasa bangga dengan semua itu.

Akhir-akhir ini keinginan untuk resign sering sekali muncul di benakku. Ini terjadi karena ada pekerjaan yang tidak aku sukai, dan atasan yang kurang sreg di hati dan suasana kerja yang tidak kusukai.

Tapi, aku harus berpikir dengan lebih bijak mengenai hal ini. Karena ini adalah sebuah keputusan besar yang pasti akan ditentang oleh keluarga.

Banyak orang yang menginginkan ada di posisiku sekarang tapi aku malah tidak bersyukur dan ingin berhenti. Pasti orang-orang akan mengatakan kalau aku bodoh dan tidak masuk akal.

Aku sudah menceritakan tentang keinginanku ini dan Mama menentang keputusanku. Aku juga sudah menceritakan kepada sahabatku tapi kata sahabatku, “Lalu ibaratnya kamu udah resign, apa rencana kamu selanjutnya?”.

Saat dia mengatakan hal tersebut, aku langsung seperti tersadar. Benar kata sahabatku, apa yang aku lakukan selanjutnya? Aku masih bingung juga.

Dalam kebingungan ini aku berpikir bahwa benar kata orangtuaku, benar kata sahabatku.

Lalu pada akhirnya aku menunda keputusanku untuk resign dari tempat kerjaku saat ini.

Menundanya sampai paling tidak aku tahu apa rencanaku selanjutnya setelah resign.

Sesungguhnya keinginan terbesarku saat ini adalah aku ingin Menikah.

Tapi walaupun kelak sudah berumah tangga, aku juga ingin tetap bekerja biar tidak sumpek di rumah. Yang pastinya ingin tetap aktif dan membantu perekonomian keluarga, itupun kalau di izinkan oleh calon suami.

Dan aku harapkan semoga di izinkan. Karena aku nggak ingin hanya menjadi wanita yang tinggal di rumah, aku ingin juga jadi wanita yang memiliki karir di luar rumah.

Sudah dulu ya, Wasalamualaikum.

Umroh dan Jodoh

Asalamualaikum wr. wb.

Jadi, hari ini kembali beraktivitas seperti biasanya. Tadi malam baru tidur jam 00.05 malam gara- gara nonton video tentang tanda-tanda hari akhir dan video tentang Islam. Nonton nya dari jam 10 malam sampai 12 malam. Padahal udah tahu keesokan harinya harus banyak beraktivitas tapi tetap saja begadang dan padahal masih sakit.

18 Maret sampai dengan 30 Maret aku ikut travel menjalankan ibadah Umroh. Perjalanan empat hari, di Makkah 6 Malam dan di Madinah 3 Malam, Totalnya tiga belas hari.

Lalu disana aku terserang demam pada saat di Madinah. Setelah demam terserang flu pilek, dan berlanjut hingga pulang ke rumah dan sampai hari ini masih berlanjut. Mudah-mudahan Allah SWT segera memberiku kesehatan, amin.

Foto di depan Ka’bah.

Alhamdulillah segala hal disana berjalan dengan baik dan lancar. Dan aku merasa sangat bahagia ternyata Allah SWT memanggilku ke Baitullah secepat ini. Sungguh aku tidak menyangka tahun ini salah satu resolusiku akan terwujud.

Dan akhirnya aku bisa menginjakkan kaki di tanah suci Mekkah dan Madinah, Alhamdulillah.

Disana aku sekamar dengan seorang teman yang usianya lebih muda dua tahun dariku. Makanan di Restoran di Hotel Makkah adalah makanan yang berbumbu khas Arab jadi kurang cocok dengan lidahku tapi aku tetap makan dengan teratur dan cukup.

Di Makkah cuaca panas tapi suhu udara nya malah terasa dingin menurutku karena ada hembusan angin setiap berjalan keluar hotel menuju Masjidil Harom. Kami melaksanakan umroh selama tiga kali dan dibimbing oleh muthawif (pembimbing) yaitu seorang ustadz yang tinggal di sana. Tetapi ustadz nya asli orang Lombok.

Jadi, ada sebuah kejadian yaitu dua hari setelah pulang ke Indonesia, ustadz / muthawif tersebut menghubungiku. Kemudian beliau mengatakan ingin melamar ku empat bulan lagi karena beliau ingin memperistri ku. Masyaallah.

Mungkin karena di sana aku berdo’a meminta jodoh jadi langsung dikabulkan do’anya oleh Allah SWT.

Sayangnya adalah beliau ingin menjadikanku istri kedua.

Sungguh aku sangat membenci yang namanya poligami karena menurutku itu sangat menyakitkan di pihak perempuan atau istri karena diduakan.

Walaupun saling menyukai tapi tetap saja banyak pertimbangan yang harus dipikirkan terutama karena status beliau yang sudah beristri dan memiliki anak. Selain itu, beliau meminta aku untuk tinggal di Makkah.

Iya, salah satu cita-citaku adalah keliling dunia tapi bukan berarti bahwa aku ingin tinggal di luar Indonesia. Arti keliling dunia itu sendiri adalah tinggal hanya untuk sementara waktu saja. Bukan untuk bermukim lama apalagi tinggal secara permanen.

Kalau tinggal secara permanen hal tersebut sama sekali tidak ada di dalam bayanganku karena hal itu menuntut keberanian dan ketangguhan mental. Hidup di negeri orang bukanlah hal yang mudah apalagi dengan kendala bahasa dan budaya yang jauh berbeda dengan negara asal.

Mamaku saja juga tidak setuju apabila Ustadz itu mengajakku untuk tinggal di Makkah. Apalagi aku dan keluarga belum mengenal dengan baik tentang ustadz tersebut. Hanya kenal selama sembilan hari di Mekkah dan Madinah. Lalu beliau tiba-tiba mau datang empat bulan lagi untuk melamar ke rumah. Sungguh sebuah hal yang sangat cepat dan mendadak.

Dan sama sekali tidak aku duga bahwa semua ini akan terjadi. Akhirnya Ustadz tersebut mengundurkan diri dan aku malah merasa lega karena tidak perlu menolak beliau karena beliau sendiri yang mundur.

Sungguh aneh dan mau bikin aku tertawa bila ingat hal ini. Kejadian yang benar- benar instan, begitu cepat beliau mau melamar tetapi begitu cepat juga beliau mengundurkan diri. Aku jadi meragukan soal keseriusan beliau. Tapi ya sudahlah. Tidak apa-apa, terlalu banyak halangan juga di hubungan ini kalau dilanjutkan.

Tentunya aku harus menanggung banyak sekali resiko apabila menerima Ustadz tersebut.

Sudah dulu ya curhatnya. Wasalamualaikum.

Lari 10 K dan Alhamdulillah Bisa ke Tanah Suci

Asalamualaikum wr. wb.

Hai teman-teman blogger yang masih setia ngeblog. Bagaimana kabar kalian? Baik-baik aja kan. Mudah-mudahan baik-baik aja ya.

Coba tebak aku yang mana?

Tentu aja yang Jilbabnya warna Pink dong, masa yang baju kuning sih ? kan nggak mungkin.

Nah, ini itu foto abis lari 10 K. Bayangin aja 10 Kilo? Jauh banget lo itu.

Hahaha, lagi-lagi aku narsis majang foto. Habisnya ini menaranya keren banget sih.

Bulan Oktober lalu aku iseng ja kan lihat-lihat biaya umroh 12 hari dan di salah satu website travel umroh aku mendapatkan informasi bahwa biaya keberangkatan akhir oktober itu sekitar 28 juta untuk umroh dua belas hari. Ya udah aku print aja biar jadi acuan untuk aku menabung untuk mengumpulkan biayanya. Dan di bulan Desember 2018 lalu aku iseng bikin Tulisan di Tweet mengenai Resolusi yaitu : 1. Umroh ke Tanah Suci ; 2. Menikah ; 3. Lebih aktif nge-blog. Dan Alhamdulillah Allah Swt mendengar do’aku. Insyaallah tanggal 18 Maret ini aku akan berangkat ke Tanah Suci untuk menjalankan perintah Allah Swt. yaitu Umroh.

Maha Besar Allah Swt, yang telah menjawab dan mengabulkan do’a-do’aku. Tiada hentinya aku bersyukur akan karunia yang diberikan Nya.

Semoga setelah ini, mimpi-mimpi ku yang lain juga terkabul, amin.

Nah, kembali bercerita soal lari. Lari sepuluh kilometer tanpa dicampur sama berjalan adalah salah satu pencapaian lari terjauh ku.

Walau sempat mengalami kendala yaitu dada agak sedikit sesak karena salah atur pernafasan. Dan diafragma sempat sakit walau sedikit.

Tapi aku bisa finish 10 K bareng teman-teman, itu adalah pencapaian baru buat aku, Alhamdulillah. Allah SWT lah yang telah memberikan aku kesehatan dan kekuatan sehingga aku bisa lari sejauh 10 Km.

Selama ini lari terjauh ku hanya 6 Km. Sebelumnya pernah ikut lari 11 K tapi di Km 7-10 jalan campur lari dan baru lari lagi pas di km 10 menuju ke Km 11.

Jadi aku amat bangga sama diriku sendiri. Dengan ini, aku makin yakin untuk berlatih agar di tahun 2020 bisa mengikuti Half Maraton. Amin.

Mudah-mudahan ada rejeki dan kesehatan supaya tahun depan bisa ikut Jogja Marathon kategori Half Maraton 21 K.

Kalau dibayangin memang masih sangat jauh, karena aku baru sanggup lari 9 sampai 10 Km tetapi dengan latihan yang rutin dan benar, aku yakin angka 21 K bukanlah hal yang mustahil.

Sekarang ini aku baru makan mie instan padahal ini ‘makanan terlarang’ bagi pelari dan terlarang juga bagi kesehatan pencernaan tapi aku ngiler gara-gara nonton Vlog makan nya Ria SW, ya udah aku nonton videonya sambil makan mie instan dan mie nya rasa Soto, enak banget.

Inilah hal yang sulit dirubah yaitu kebiasaan makan yang instan-instan yang punya dampak negatif terhadap performa lari dan gak baik juga untuk tubuh.

Barusan Mama ke Pasar ngebeliin dua buah mukena putih yang akan aku bawa untuk sholat di tanah Suci nanti. Mudah-mudahan ya aku bisa beribadah dengan khusyuk, bisa Tawaf dan Ihram tanpa halangan apapun dan lancar dalam mengerjakan ibadah selama di Tanah Suci. Semoga aku selalu diberikan kesehatan sehingga fisikku prima selama menjalankan ibadah nanti.

Mudah-mudahan aku bisa menjadi orang yang lebih baik lagi, Amin.

Sudah dulu ya curhatnya.

Wasalamualaikum wr. wb.

Sampai jumpa lagi!

Impianku terwujud

Asalamualaikum wr. wb.

Alhamdulilah hari ini masih sakit. Lha…sakit itu tandanya Allah SWT masih sayang, wong sakitnya cuma sakit ringan, batuk, pilek flu saja.

Alhamdulilah cuma sakit ringan. Hari ini adalah hari ke-2 aku membolos. Eh maksudnya izin karena sakit.

Pas sakit, makan apa-apa terasa pahit, mungkin efek obat juga yang menimbulkan efek pahit di lidahku.

Sudah lama aku sakitnya, dari Hari Jum’at kemarin sudah sakit. Tapi aku paksa lari hari Sabtu, nggak tanggung-tanggung larinya langsung 11 K. Lalu hari Minggu, larinya 4,5 K.

Lalu aku Senin masuk kerja tapi sakitnya makin parah, Hari Selasa kemarin aku langsung ke Puskesmas saja daripada nanti sakitnya tambah parah. Lalu aku dikasih obat-obatan flu dan pilek sekalian vitamin C.

Pas ditimbang di Puskesmas, kok beratku nambah ya, terakhir nimbang beratku 47 Kg, ini sekarang malah 48 Kg. Btw Bulan November lalu beratku sekitar 50 Kg. Itu artinya lari benar-benar berhasil menurunkan berat badanku.

Di satu sisi aku begadang dua malam yaitu sebelum aku terserang sakit, dan di satu sisi aku tetap memaksakan lari.

Sebuah tindakan nekat dan bodoh yang sudah aku lakukan. Aku merasa sangat memaksakan sementara kondisiku sedang kurang baik.

Dua hari ini aku cuma tidur-tiduran di kamarku. Rasanya badan ingin segera kembali berlari, sudah tiga hari aku libur dari aktivitas berlari.

Dan hari Sabtu nanti ada Race yang harus aku ikuti. Bagaimana dengan nasib dari race ini? Semoga semuanya berjalan dengan lancar, Amin Ya Rabb.

Semakin lama aku semakin mendekati hari H yaitu hari keberangkatanku ke tanah suci Mekkah.

Sudah sepuluh tahun lamanya aku ingin sekali ke tanah suci. Tahun ini impian itu akan segera terkabul dengan aku berangkat umroh tanggal 20 Maret nanti. Semoga semuanya dilancarkan dan dimudahkan oleh Allah SWT.

Aku ingin mengucapkan banyak terima kasih dan mohon ampunan ma’af kepada semua Blogger dan pembaca tulisanku selama ini kalau aku memiliki kesalahan dan kekhilafan selama menulis blog.

Wasalamualaikum wr. wb.

Tentang Lari dan Hal lain

Asalamualaikum wr. wb.

Pagi ini aku bangun jam 6.11 Wita. Kesiangan, padahal malamnya udah tidur lebih awal yaitu jam 22.00 Wita.

Pagi ini niat awal mau lari, kalau bangun pagi (jam 5-an), tapi gara-gara bangun siang, semua niat itu buyar. Dan aku cuma sempat menyiapkan baju yang mau dipakai untuk acara resepsi perkawinan saudaraku.

Actually yang akhir-akhir ini paling malas aku lakukan adalah : berdandan. Dan pagi ini harus dandan, walau hanya pakai BB cream, bedak tabur,blush on,lip cream, maskara dan eyeshadow tipis- tipis. Kelihatannya simpel karena tidak memakai concealer, highlighter, counturing, eyeliner dan alis. Tapi tetap aja di aku jatuhnya ribet.

Sebetulnya ini make up aku sehari-hari tapi kalau makai make up tiap hari rasanya bosen dan malas sekali.

Actually lebih simpel jika hanya pakai sunscreen dan pelembab kemana-mana. Tapi kalau pas kondangan terkesan nggak sopan banget ya dan kulit mukaku bakal tambah kelihatan oily.

Kulit wajahku akhir-akhir ini tambah kecoklatan alias brownish skin. Semua itu karena lari.

Tapi lari merupakan jalan hidup yang sudah aku pilih. Jadi, ini lah konsekuensi yang harus aku hadapi. Kaki sakit, kulit tambah gelap alias tambah kecoklatan, waktu istirahat juga berkurang, tapi di satu sisi ini sangat baik untuk kesehatanku. Terutama masalah pernafasan dan paru-paru. Karena hidungku ini sangat sering pilek sampai kalau aku bernafas berbunyi saking seringnya aku hidung tersumbat. Semenjak lari aku bisa merasakan efek yang sangat luar biasa yaitu aku masih suka pilek kalau udara dingin tapi hanya sebentar dan sedikit, tidak seperti sebelumnya. Dan saat bernafas tidak terlalu sesak lagi. Alhamdulillah. Kalian semua harus mencoba sendiri untuk tau apa manfaatnya lari.

Apakah aku sudah di fase Jatuh Cinta pada olahraga lari? Mungkin iya.

Dua hari ini aku gagal lari gara-gara waktunya kebentur sama aktifitas yang lain. Dua hari ini aku agak menyesal dan uring-uringan kalau tidak berhasil lari setiap hari.

Paling tidak, aku harus latihan dua hari sekali. Tapi targetku untuk latihan dua hari sekali tidak tercapai.

Baru-baru ini aku mendaftar lari 5 K. Ini adalah kaos lari 5 K.

Sebenarnya aku mencoba memberanikan diri untuk mengikuti event ini. Karena sampai kapan aku mau lari 2 k dan 3 K terus? Aku harus berani untuk menantang diri aku lebih lagi. Supaya progress lariku bertambah. Nggak cuma 2 kilo atau 3 kilo aja, nggak nambah-nambah.

Temenku yang aku ajak mengikuti event 5 K, sudah mulai berlatih dua hari ini, sedangkan aku yang ngajakin malah belum berlatih sama sekali.

Padahal berlatih itu penting sekali, walau hanya sedikit.

Dua hari ini aku terlalu sibuk nyuci. Karena cucianku dua minggu sudah menggunung. Inilah permasalahan baru yang aku hadapi. Makin banyak aku lari, makin banyak juga baju kotor bekas olahraga yang harus aku cuci. Ini jadi PR besar juga bagi aku. Akhirnya cucianku jadi makin banyak. Kayaknya aku harus nyicil mencuci sedikit demi sedikit biar cucianku cepet habis.

Masalah barunya adalah, aku jadi kehilangan selera untuk bekerja. Pastinya ini karena aku berniat mau resign. Sudah sejak lama, tapi aku belum berani melakukannya. Biar bagaimanapun banyak hal yang menjadi pertimbangan. Termasuk soal orangtuaku yang pasti tidak mungkin setuju dengan pilihanku ini.

Itulah, aku terbentur dengan ijin orang tua.

Salah satu hal yang ingin coba aku lakukan adalah menaklukan rasa takut. Rasa takutku akan ketinggian. Hari ini ada jadwal trail running, yaitu lari di alam dan sambil mendaki dan menuruni bukit. Tau, apa serunya? Dengan ikut acara ini aku bisa menaklukan rasa takutku. Tapi masalahnya hari ini ada resepsi perkawinan keluargaku dan aku tidak mungkin absen dari acara keluarga ini.

Jadi, akhirnya aku batal mengikuti Trail Running Camp di Kiram dan memilih menghadiri acara resepsi perkawinan keluargaku.

Semoga tahun depan aku berkesempatan mengikuti acara Trail Running Camp.

Btw, akhirnya aku berhasil menyumbangkan sebagian buku novel yang aku punya ke sebuah perpustakaan di Kota Metro, Lampung. Karena perpustakaan di Kota sendiri tidak menyambut dengan baik sumbangan bukuku maka aku sumbangkan saja ke luar daerah.

Aku ingin lebih banyak mengurangi novelku. Sedang mencari taman bacaan yang cocok untuk menerima sebagian novelku.

Lari,membaca dan bekerja sudah menjadi bagian penting dalam hidupku. Walaupun suatu saat aku resign dari kantor, aku ingin tetap bekerja baik sebagai pekerja lepas atau pekerjaan lain yang tidak terikat dengan atasan. Sejujurnya alasan terbesarku ingin resign adalah karena ketidakcocokan dengan ritme kerja atasan dan dengan teman kerja. Makanya suatu hari aku ingin jadi wirausaha, bekerja tanpa diperintah orang lain dan melakukan pekerjaan yang aku sukai,bukan yang orang lain suruh. Begitu.

Sudah dulu ya curhat random nya.

Wasalamualaikum wr. wb.

Lapangan Lari,Tas Lari Baru

Asalamualaikum wr. wb.

Halo teman-teman blogger yang masih suka baca postingan ini. Mudah-mudahan kalian tidak bosan ya.

Hari ini aku berlari di lapangan alun-alun Kota Martapura. Disini tidak banyak peminat lari. Terlihat kan dari foto ini kalau yang lari sangat sedikit. Lain halnya dengan lapangan kesukaanku yaitu di depan Kantor Gubernur, disana setiap sore selalu saja ada orang yang lari sore.

Selain lari, ada yang latihan bersepeda, jalan cepat, sekedar jalan biasa atau pacaran,hihihi.

Nah, kalau pacaran kenapa harus di tempat sepi ya. Aku kalau lagi lari ngeliat orang pacaran itu jadi bingung harus nengok kemana karena nggak mau disangka ngelihatin. Padahal kan aku tujuan cuma mau lari bukan nengok ke sana sini tapi mau tidak mau mataku melirik ke kanan dan ke kiri. Siapa tau kan ada cowok kece yang ngikutin aku lari di belakang. Ngaco aja ya.

Kayak di drama-drama Korea gitu, bertemu jodohnya nggak sengaja.

Saat aku berlari dan cuma bisa pelan karena tulang kaki sedang sakit efek waktu lari kurang pemanasan, aku ngerasa malu sama orang lain yang ngedahuluin aku. Aku jadi terkesan sangat lamban larinya tapi kaki nggak bisa dipaksa. Daripada kenapa-kenapa, mending aku jangan memaksakan diri kan.

Aku happy lihat banyak orang yang ikut berlari, karena kemauan sendiri pastinya. Dan seneng melihat orang yang bersepeda, apalagi kalau pakai baju sepeda sama helm sepeda, mereka terlihat sangat keren sekali.

Aku pengen deh suatu saat memiliki sepeda juga. Padahal udah lama banget tidak pernah mengayuh sepeda.

Trus di jalan ketemu/papasan sama Mbak-mbak yang larinya kenceng, pakai baju running dan kelengkapan lari yang lengkap. Terus tiba-tiba ngerasa minder sendiri.

Helo? Semuanya butuh proses kan. Nggak mungkin tiba-tiba Pace (kecepatan) bisa secepat mbak itu. Dari yang awalanya nggak pernah lari sama sekali menjadi suka lari itupun sudah perkembangan untuk aku.

Karena aku memang baru-baru aja menekuni lari dan ilmu nya masih setitik kecil. Baik dalam hal pemanasan sebelumnya, pendinginan, teknik pernapasan dan lainnya. Jadi itulah yang bikin aku masih sakit kakinya seusai lari.

Jadi wajarlah ya aku masih belum stabil pace-nya.

Dan aku kagum sama seorang anggota cewek di komunitas ku yang berhasil lari sejauh 20,19 Kilometer jauhnya. Dia itu salah satu Runner yang aku kagumi, dia sangat strong.

Aku di jarak 4,6 K aja udah mau pingsan lho.

Dan Alhamdulillah siang ini tas lariku udah bisa di ambil di kurir. Jadi, pagi-pagi kurirnya marah-marah katanya nggak bisa menemukan alamat rumahku padahal alamat yang aku tuliskan sudah lengkap. Akhirnya aku sendiri yang mengambil paket kirimanku ke kurir. Benar-benar ekspedisi yang mengecewakan.

Ini dia tas lari yang aku beli lewat aplikasi Tokopedia.

Namanya tas pinggang merk ambigo, harganya 60 k, dan ongkir sekitar 45 k. Dikirim dari tanggal 8 Januari dan baru nyampe tanggal 18, makanya aku agak kecewa sama ekspedisi yang mengirimkan tas pinggang lariku ini.

Udah dulu ya curhatnya. Wasalamualaikum wr. wb.