Diposkan pada Uncategorized

HIKMAH LIBURAN

            EFEK LIBURAN PANJANG       

Dailynotes at : 17 Nopember 2012 (My birthday)……

                                                                                    By : Yanti Nurhida

 Aku rasa liburan telah membawa banyak perubahan dalam hidupku. Terutama bobot badanku. Hehehe. Karena kebanyakan waktu untuk santai, aku jadi banyak makan dan akhirnya aku juga merasa kalau celana yang aku pake jadi kekecilan. Aku merasa pahaku jadi mirip paha GAJAH, hahaha. Saking gedenya pahaku, aku jadi takut untuk berfoto setengah badan apalagi seluruh badan  ^-^. Rasanya mau gerak juga susah banget.. huu.. berat banget rasanya.

Baru kali ini aku ngerasa gendut, huehuehue. Dulu selalu merasa jadi sapu lidi alias kurus ceking tak berisi, tapi sekarang rasanya jadi seperti kue donat yang kebanyakan ragi, ngembang banget. Sekarang mau apa-apa jadi susah, baju jadi pada ketat, celana jadi ngga muat. Mungkin efek liburan panjang ini udah membawa dampak signifikan, berat badanku naik ± 6 Kg. Wih…wih..wih…wih. Plok… Plok…Plok (Kasih applause dikit).

Rasanya dulu adalah hal absurd untuk menambah berat badan. Rasanya semua baju yang aku pakai dulu tidak pernah menjadi sekecil sekarang. Kalau dihitung-hitung sudah lima atau enam orang yang bilang aku tambah gemuk *gubrak*. Oohhh,, tidak aku ngga mau dipanggil “Yanti gendut” atau “Yanti si Badan Bakpao” #Toenggg.

Dulu nyokap ngebeliin aku jamu biar tambah nafsu makan, namanya Jamu Buyung Upik. Tau kan Jamu Buyung Upik? (kalo ngga tau, salah sendiri-derita loe). Nah, pada saat itu (sekitar SD menuju SMP) aku memang susah makan (bukan karena ngga mampu beli nasi). Aku memang makan sedikit, aku tahu saat itu aku masih kecil, seharusnya belum ada kepikiran untuk diet. Aku juga ngga tau kenapa, dulu aku makan cuma sekali sehari, siang saja. Malam tidak makan. Pagi cuma ngemil dikit. Uang  jajanku waktu kelas 1 SD adalah seratus rupiah, saat kelas 2 SD atau 3 SD naik jadi 400 atau 500 rupiah. Memang kalau dibandingkan teman-teman SD ku yang lain, uang jajanku paling sedikit pada waktu itu. Tapi aku tetep bersyukur kok, karena masih banyak diluar sana anak-anak yang harus bekerja sejak kecil demi membiayai sekolah atau bahkan putus sekolah karena ngga ada biaya (Kasian, aku nangis pas ngetik ini).

Tapi nyokap selalu muji-muji aku di depan teman-temannya dan teman-temanku (yang masih SD), hal terbaik apa selain pujian orang tua coba? Setiap anak pasti pengen dapat pujian dari orangtuanya. Beliau memuji aku kalau aku anak yang penurut, baik hati, gemar menabung dan tidak suka jajan banyak. Nah, mungkin sebagian nyokap temenku memuji aku dan nyokapku, tapi sebagian lagi pasti menganggap nyokap adalah orang yang pelit. Kalau ada yang mengira dia pelit mereka salah semua. Nyokap adalah orang yang hemat. Hemat beda sama pelit. Kalau hemat pangkal kaya. Kalau pelit pangkalan ojek. Nah, itu bedanya.

Nyokap mendidik agar aku ngga boros apalagi memboroskan uang untuk hal-hal ngga berguna. Aku sendiri sadar kalau di dunia ini kita hidup pake uang bahkan saat kita dimakamkan kita tetap butuh uang buat beli lahan pemakaman dan upah buat yang gali kuburan, jadi kalau mau tetap hidup harus bisa menghemat uang karena uang dicari bukan dengan cara yang mudah tapi usaha dan kerja keras (aku baru ngerasain sekarang gimana susahnya cari uang). Oiya, keadaan ekonomi keluargaku bisa dibilang menengah tapi bukan menengah ke atas. Kami juga pernah suatu hari kelaparan dan ngutang uang ke tetangga hanya untuk membeli 1 (satu) liter beras dan membayarnya saat bokap gajian. Sekarang hidup kami sudah mulai lumayan, hal ini ditandai dengan kami tidak terlalu sering lagi berhutang pada orang lain. Ya, aku sadar hidup ini adalah realitas. Tidak selamanya suatu usaha lancar. Tidak selamanya juga hidup selalu susah. Ada kalanya banyak kebahagiaan datang secara beruntun. Hidup ini seperti harga saham yang fluktuatif  naik-turun.

Bokap hanyalah tukang kayu, sedangkan nyokap adalah ibu rumah tangga biasa. Aku menjadi tenaga sukarela di sebuah instansi pemerintah (sukarela: suka disuruh-suruh, rela kalau ngga dibayar). Adikku masih sekolah kelas VII SMP. Tapi kalau ada yang menanyakan ‘Apa pekerjaan ayah kamu?’ maka aku akan menjawab dengan lantang ‘ Pekerjaan Ayah saya tukang kayu (buruh bangunan)’. Tidak ada yang memalukan dengan itu. Di mata Tuhan semua manusia sama, tapi di mata manusia semua manusia punya derajat masing-masing, punya kasta-kasta tersendiri. Lagi-lagi, ini adalah realita.

Bukannya aku ngga ingin memperbaiki kondisi ekonomi keluarga. Aku juga sudah berusaha, namun takdir berkata lain. Dalam hidup ini kita cuma berencana dan melakukan, tapi Tuhan yang menentukan. Hanya Dia yang tahu misteri yang tersimpan dalam setiap kejadian di hidup kita. Aku pernah melamar kerja menjadi SPG sebuah minimarket, tapi begitu diterima kerja, saat itu aku belum sembuh benar dari sakit typus dan aku harus berhenti sebelum menghabiskan satu hari kerja. Perutku terasa mual dan kepalaku pusing, karena aku sudah tidak tahan dan pengen pingsan , jam 4 sore aku pulang ke rumah. Itu menjadi hari pertama sekaligus hari terakhir aku bekerja menjadi SPG.

Aku juga pernah melamar kerja di sebuah dealer kendaraan bermotor, aku dapat informasi lowongan dari adik iparnya saudara sepupu ibuku (hehe, bingung nyebutnya apa). Dia janji akan memasukkanku ke tempatnya bekerja. Aku sudah sangat optimis saat itu bahwa lamaranku pasti diterima karena ada dukungan dia, orang yang bekerja sebagai staff admin disana. Namun,  sayang, semua hanya tinggal mimpi. Dia mengingkari janjinya untuk membantuku, aku disuruhnya mengantar lamaran seorang diri. Aku diantar bokap berkeliling mencari dealer itu, dealer itu sedang membutuhkan beberapa orang staff admin. Setelah berkeliling cukup lama kesana kemari mencari alamat, bertanya pada orang-orang dijalan  dan sempat tersesat , kami akhirnya menemukan tempat itu,  aku memberikan map berisi lamaran, CV, dan persyaratan administratif  lainnya  ke resepsionis, tidak lupa didalamnya mencantumkan nomor handphone. Dan aku tahu bagaimana ini akhirnya, mereka tidak mengubungi nomor handphoneku, lamaranku tidak ditanggapi.  Mungkin sudah ada seseorang yang menempati lamaran itu. Seharusnya aku tidak terlalu banyak berharap. Karena rasanya sangat sedih, kecewa dan patah hati.

            Aku merasa mendapat peluang ketika membaca sebuah iklan lowongan kerja dari sebuah toko permata di surat kabar lokal.  Lowongan yang tersedia sebagai staff administrasi juga. Aku pikir, ini pasti kesempatanku yang lain, ternyata kali ini aku juga harus menelan kekecewaan. Aku sudah interview dan dengan jelas aku ucapkan bahwa aku mengharap gajih sesuai dengan pekerjaanku, aku bukan orang yang muluk dan aku orang yang jujur. Aku tahu yang mewawancaraiku seperti illfeel ketika tahu bahwa aku belum punya pengalaman kerja. Dia makin sinis melihat nilai-nilai ijazahku. Apalagi ketika seorang perempuan sebayaku yang badannya lebih tinggi, lebih cantik, lebih segalanya datang dan membuatnya langsung melihat ke arah perempuan itu. Mungkin dia telah mendapat apa yang dia cari dan butuhkan, gumamku. Hufh, aku rasa aku sudah lelah. Dan seperti sebelumnya, nomorku tidak dihubungi sama artinya dengan ‘aku ditolak’.

            Aku jadi bercerita terlalu banyak sekarang. Hanya gara-gara aku tambah  gendut lalu aku jadi teringat pengalaman-pengalaman masa lalu. Ah, tidak ada yang harus disesali.

            Mungkin menjadi tenaga sukarela adalah takdir dari Tuhan untukku. Dan menjadi gemuk itu karena ulahku yang tidak bisa berhenti mengunyah. Hari ini saja aku sudah makan banyak jenis makanan seperti: permen manis, kopi luwak, mangga muda, soto lamongan, apel hijau, apel merah, risoles, kue sus, kue bolu,roti, kentang goreng, telur dadar, nasi, air putih, susu milkuat dingin. Hmmm… aku tidak dapat membayangkan bagaimana kolaborasi semua makanan yang asam, manis, asin,  pahit, pedas, panas, dingin itu dalam perutku dan aku sama sekali tidak ingin membayangkannya. Jijay bo…

            Hmm… andai saja ada makanan lagi hari ini. Hehe. Gawat, aku jadi seseorang yang terlalu rakus sekarang dan selalu membayangkan tentang makanan. Aku harus mengontrol diri mulai sekarang, jangan sampai berat badanku bertambah lagi. Oiya, dan jangan lupa olahraga. Semangat Yanti!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!

            Dailynotes hari ini aku akhiri cukup sekian. Burung Irian, Burung Cenderawasih. Cukup sekian dan ma’acihhhh (alay)…..

******************************************************************************

 

Iklan

Penulis:

Yantinurhida lahir pada tanggal 17 Nopember. Dia sulung dari dua bersaudara. memiliki 1 orang adik laki-laki yang sekarang sedang duduk di kelas XI SMA. Sedang dalam pencarian pekerjaan yang membuatnya merasa menemukan passion-nya. Hobinya adalah menulis blog, membaca, bermimpi, menggambar, menyanyi asal , nonton film, nonton acara sport, main game dan menonton Running Man. Motto : Selalu OPTIMIS dan pantang menyerah!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s