Posted in dailynotesyanti

SECRET ADMIRER

 “ANDAI KAMU TAHU”

By yanti (11-01-2013)

                                                                            

            Kenapa ya, orang yang aku cintai biasanya ngga pernah sadar sama apa yang aku rasa’in ke dia. Mungkin dikarenakan cuma diriku sendiri lah yang tahu bahwa  aku sangat menyukai orang itu. Aku pernah menjadi pengagum rahasia seseorang, tiap aku ingat ini, aku selalu saja menangis sendiri, karena dia tidak pernah tahu bagaimana perasaanku padanya.

            Aku mulai mengagumi dia sejak SD. Bayangin! anak SD udah bisa jatuh cinta.  Mata ini nggak bisa berpaling sedikitpun dari yang namanya cowok itu. Suatu hari pernah jidatku kejedot pohon akasia, karena saking melototin cowok idolaku yang sedang main sepakbola di lapangan sekolah. Rasanya sakit banget kepalaku, sampai benjol. Lebih sakit lagi hati ini, karena rasa sukaku ke dia nggak pernah berbalas. Aku tau dia itu idola di sekolah dan anak paling cerdas di SD dan aku yang cupu dan nggak cantik ini, nggak pantes bersanding sama dia. Cowok yang aku kagumi itu seperti bintang atau meteor di angkasa, aku nggak akan pernah bisa menjangkaunya, sekuat apapun aku berusaha. Cowok yang aku kagumi itu bernama Aris, dia tampan, humoris, cool (kayak es batu), dia baik, anak yang selalu dikagumi guru-guru dan anak seumurnya, juga seorang ketua kelas, namun saat dia jadi ketua kelas dia menjadi ketua kelas yang paling nggak berwibawa seumur hidup, menurutku.

            Kini, di SMA, aku bertemu Aris lagi, dia jauh lebih tampan sekarang, bahkan jakun di leher jenjangnya sudah tumbuh segede bola pingpong, kumis tipisnya sudah mulai muncul dengan malu-malu, rambutnya tambah banyak dan potongannya keren, dan dia sudah tambah tinggi sekarang–ya iya lah. Aku benar-benar senang sekaligus kaget saat mengetahui dia akan bersekolah satu SMA denganku. Kedua sahabatku sudah tahu bahwa aku menyukainya sejak SD, mereka menganggap Aris itu sangat cocok sama kepribadian aku, dia alim, baik, tampan dan sama-sama pendiam sepertiku, mereka yakin bahwa Aris itu adalah tipe cowok yang tidak akan menyakiti perempuan, tapi aku sadar kalau aku jelek dan aku bodoh. Ya, aku hanya peringkat ke -19 di kelas dan kelemahanku adalah di semua mata pelajaran, kecuali seni rupa.

            Lalu suatu hari, aku lewat di depan musholla sekolah dan bertemu dengan Aris disana, tanpa berani menegurnya sedikitpun, dia lewat begitu saja dari hadapanku, sambil tertunduk. Belakangan setelah kuselidiki, Aris sekarang menjadi anak yang sangat alim, ikut perkumpulan rohis,  bahkan terkesan fanatik, dia selalu berjalan menunduk saat bertemu lawan jenis –walaupun itu anak kecil– dan dia tidak mau berteman sama cewek, tapi sama cowok saja. Aku malah khawatir kalau-kalau Aris nanti jadi homo, amit-amit. Saat penentuan kelas XII, jadilah aku sekelas dengan Aris, aku sangat senang akhirnya apa yang aku impi-impikan terkabul juga. Sejak SD kami selalu sekelas dan sekarang di kelas XII SMA, kami bisa sekelas lagi. Aku sangat bersyukur, sampai-sampai mengadakan selamatan tujuh hari tujuh malam, hehe.

            Dengan berkumpul bersama Aris dalam satu kelas, aku jadi bisa melihatnya setiap hari, bertemu setiap hari bahkan bisa ketawa-ketiwi sendiri setiap hari. Dia benar-benar tumbuh menjadi pemuda yang tampan dan kharismatik, tidak sedikit lawan jenis yang mengaguminya, termasuk aku. Setiap dia tersenyum, selalu membuat orang lain terpesona, apalagi lesung pipit di pipinya yang amat sangat putih dan halus seperti sutera. Aku jadi curiga, jangan-jangan setiap hari Aris pergi ke salon perawatan wajah. Dia juga tetap dengan sikap dinginnya yang seperti es dan membeku, penuh misteri dan tak tertebak. Kadangkala dia gugup saat disuruh membaca puisi di depan kelas, lalu dia berubah hebat dan mengagumkan saat menjawab soal Fisika dan Matematika, kemudian dia berubah periang saat berkumpul bersama teman-teman cowoknya. Apalagi melihatnya bermain basket atau futsal, membuat semua gadis-gadis berdecak kagum sambil melongo dan bilang ‘Wow’. Tidak sedikit dari gadis-gadis itu matanya sampai jelalatan saat melihat Aris lewat di depan kelasnya.

            Saat kami dikumpulkan dalam satu kelompok, tidak sedikitpun dia berbicara denganku, bahkan sepatah katapun, dia sepertinya sangat menghindari kontak mata, kontak suara bahkan kontak batin dengan perempuan, aku benar-benar khawatir kalau dia nantinya jadi homo  beneran. Ketika itu, dia juga pernah dikumpulkan dalam satu kelompok drama denganku, bahkan dikelompok drama pun, dia hanya membaca dialognya tanpa berkomunikasi dengan teman-teman sesama anggota kelompok yang lain. Rasanya aku sudah ingin menyerah dengan cowok ini, sampai kapanpun, dia tidak akan pernah sadar bahwa aku menyukainya. Dan biarlah itu terjadi, itu akan menjadi rahasia yang kusimpan rapat-rapat dihatiku.

 

Penulis:

Yantinurhida lahir pada tanggal 17 Nopember. Dia anak pertama. memiliki 1 adik laki2 yang sekarang sudah kelas XI SMA. sedang dalam pencarian pekerjaan yang membuatnya merasa menemukan passion-nya. Hobinya adalah menulis, membaca, bermimpi, menggambar, menyanyi asal , nonton film, nonton acara sport, main game dan menonton Running Man. Motto : Selalu OPTIMIS dan pantang menyerah!

One thought on “

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s