Diposkan pada dailynotesyanti

LOMBA FOTO POSTER SENYUM INSPIRASI

LOMBA FOTO POSTER SENYUM INSPIRASI

Sumber : http://www.info-lomba.com/2013/11/update-lomba-foto-poster-senyum.html (info-lomba.com)

Deadline: 18 Desember 2013

Ketentuan:

Mendaftar jadi member di Inspirasi.co
Isi formulir keikutsertaan di sini: http://goo.gl/L0F6vN
Foto dirimu berpose dengan poster inspirasi.co atau mallcepat.com (poster bisa di download dan di-print di sini: http://goo.gl/jnMZFE dan di sini http://goo.gl/zetHl1). Poster boleh berwarna atau hitam putih (Lihat contoh). Foto boleh diedit selama mencantumkan/menggunakan logo inspirasi.co atau mallcepat.com
Kirimkan foto yang diikutsertakan lomba lengkap dengan link di mana foto tersebut diposting (Untuk twitter bisa mengirimkan link tweetpic-nya) ke e-mail: inspirasidotco@gmail.com (Beri judul LOMBA FOTO POSTER – NAMA LENGKAP)
Posting foto tersebut di akun sosial media. Boleh diposting wall facebook kamu, atau diposting di instagram atau di-tweet di twittermu. Panitia lebih menyukai jika foto tersebut dijadikan foto profilmu (di Facebook dan/atau Twitter dan/atau Instagram)
Untuk Facebook, tag 15 temanmu. Semakin banyak yang di-tag semakin baik.
Untuk Twitter, mention minimal 5 teman. Semakin banyak yang di-mention semakin baik.
Untuk Instagram, tag minimal 10 teman. Semakin banyak yang di-tag semakin baik.
Panitia akan memilih 1 foto dengan pose terunik dan 2 foto yang paling banyak di-like dan/atau dishare/retweet serta 25 foto terpilih.
Peserta boleh submit foto di Facebook, Instagram dan Twitter bersamaan.
Foto diposting dan dikirim ke e-mail inspirasi.co dalam rentang waktu periode 18 November – 18 Desember 2013 (dikirim/diposting di salah satu tanggal di antara rentang waktu yang disediakan).
Pemenang akan diumumkan pada tanggal 21 Desember 2013.
Keputusan ada di tangan juri dan tidak bisa diganggu-gugat

Hadiah

1 foto dengan pose terunik akan mendapatkan hadiah Samsung Galaxy Tab 3 10.1 (atau uang tunai sebesar Rp. 5.000.000) + T-Shirt Mallcepat
2 foto yang paling banyak di-like di Facebook atau di-retweet di Twitter akan mendapatkan hadiah Apple iPod Touch (atau uang tunai sebesar Rp. 3.000.000) + T-Shirt Mallcepat
25 Foto terpilih akan mendapatkan Flash Disk 8 GB + t-shirt mallcepat.com

Informasi:
Website: http://inspirasi.co/forum/post/49/lomba_foto_profil_media_sosial
E-mail ke: inspirasidotco@gmail.com

Diposkan pada dailynotesyanti

Delapan Objek Wisata Menarik di Kota Banjarmasin

Banjarmasin, Kota Seribu Sungai itu identik dengan pasar terapung yang memang sangat unik dan tidak dapat kita temukan dengan mudah di tempat lain. Walaupun keberadaannya semakin terancam oleh modernisasi pembangunan yang lebih berorientasi di darat, tampaknya keberadaan pasar tradisional ini masih menjadi daya tarik tersendiri bagi para backpacker dan pelancong yang mengunjungi Kalimantan Selatan. Namun sebenarnya di Banjarmasin masih terdapat daya tarik selain pasar terapung. Berikut ini 8 objek wisata menarik di Kota Banjarmasin.
1. Masjid Raya Sabilal Muhtadin
Masjid Raya Sabilal Muhtadin

Halaman belakang Masjid Raya Sabilal Muhtadin

Salah satu masjid terbesar di Banjarmasin ini terletak di tengah kota. Total daya tampung masjid sekitar 15.000 orang, dengan pembagian 7.500 orang di dalam dan 7.500 orang di halaman masjid. Nama masjid sendiri terinspirasi dari salah satu ulama besar Kalsel, Syekh Muhammad Arsyad al-Banjari. Kompleks masjid megah nan asri ini juga digunakan sebagai kantor MUI Kalimantan Selatan.
2. Taman Siring Sungai Martapura
Taman Siring

Kegiatan anak muda Banjarmasin di Taman Siring

Taman ini terletak di tengah Kota Banjarmasin, berseberangan dengan Masjid Raya Sabilal Muhtadin. Sesusai dengan namanya, taman ini berbatasan langsung dengan Sungai Martapura yang mengalir membelah kota. Taman Siring sangat cocok dijadikan tempat nongkrong di sore hari sambil menikmati jajanan khas Banjarmasin. Kala senja menjelang, tempat ini akan semakin ramai dengan kehadiran anak-anak muda yang nongkrong bareng. Berbagai macam pedagang jajanan kecil juga dapat dengan mudah ditemukan di taman ini dari sore hingga malam hari.
3. Pasar Terapung Kuin
Sunrise di Sungai Barito

Pasar Terapung Kuin

Ini dia salah satu daya tarik wisata paling memikat di Kota Banjarmasin. Pasar Terapung Kuin terdapat di muara Sungai Kuin, salah satu anak Sungai Barito. Para pelancong dapat mencapai lokasi pasar menggunakan perahu kelotok sewaan yang banyak tersedia di pusat kota. Sayangnya keadaan pasar tradisional ini semakin hari semakin sepi. Jika tidak ada perhatian dari pemerintah, bukan tak mungkin pasar ini akan hilang dalam waktu dekat.
4. Pasar Terapung Lok Baintan
Pasar Terapung Lok Baintan

Pasar Terapung Lok Baintan

Kalau tak puas melihat suasana pasar terapung di Kuin yang semakin sepi, silakan mendatangi Pasar Terapung Lok Baintan yang berlangsung setiap hari mulai pukul 05.00 hingga sekitar pukul 09.00 WITA. Di pasar ini kita dapat menyaksikan transaksi jual beli yang masih menggunakan sistem barter. Barang-barang yang diperjualbelikan sangat beragam, mulai dari buah-buahan, sayur-mayur, jajanan, hingga barang-barang kebutuhan pokok.
5. Pasar Intan Cahaya Bumi Selamat
Pasar Intan Cahaya Bumi Selamat

Pasar Intan Cahaya Bumi Selamat

Punya keinginan membawa oleh-oleh yang istimewa untuk orang yand disayangi? Mungkin intan berlian di Pasar Intan Cahaya Bumi Selamat ini bisa menjadi bahan pertimbangan. Pusat perkulakan intan ini terdapat di Kota Martapura. Kita harus menaiki angkutan umum secara estafet sebanyak dua kali untuk sampai di Kota Intan. Selain intan, di pasar ini juga dapat ditemukan berbagai oleh-oleh khas Kota Banjarmasin lainnya.
6. Masjid Sultan Suriansyah
Masjid Sultan Suriansyah

Masjid Sultan Suriansyah

Inilah masjid tertua di Banjarmasin yang dibangun pada masa pemerintahan Sultan Suriansyah, Raja Banjar pertama yang menganut Islam. Masjid bersejarah ini terletak di tepi Sungai Kuin. Karena searah dengan Pasar Terapung Kuin, kita bisa langsung singgah saat pulang dari sana. Biasanya para pemilik perahu kelotok sudah memaketkan acara mampir ke masjid ini dalam perjalanan ke pasar terapung.
7. Desa Pumpung
Peralatan penambangan intan

Peralatan penambangan intan

Desa Pumpung merupakan salah satu lokasi penambangan intan yang masih menggunakan cara tradisional. Desa ini masuk ke dalam wilayah Kabupaten Martapura. Setelah membeli intan permata di Pasar Cahaya Bumi Selamat, sempatkanlah mampir ke desa ini untuk menyaksikan secara langsung proses penambangan intan.
8. Jembatan Barito

Kalau di Surabaya ada Jembatan Suramadu, di Banjarmasin ada Jembatan Barito yang tak kalah gagahnya. Jembatan yang memiliki panjang 1 km ini menghubungkan sisi barat dengan sisi timur Sungai Barito. Sayang sekali pada saat kunjungan saya ke Banjarmasin, suasana jembatan sangat gelap sekali karena tidak adanya lampu penerangan. Angkutan umum ke Jembatan Barito cukup langka, terutama saat malam menjelang hampir tidak ada lagi angkutan umum yang beroperasi. Oleh karena itu, waktu kunjung sebaiknya agak siang menjelang sore atau lebih lagi jika menyewa kendaraan dari Banjarmasin.

Sumber : http://bocahpetualang.com/8-objek-wisata-menarik-di-kota-banjarmasin.html

Diposkan pada dailynotesyanti

SUNGAI BARITO

Sumber : http://id.wikipedia.org/wiki/Sungai_Barito

Sungai Barito atau sungai Dusun (atau disebut juga sungai Banjar Besar[1][2][3] atau Sungai Banjarmasin pada bagian hilirnya)[4] adalah wilayah di sepanjang daerah aliran sungai (DAS) Barito. Nama Barito diambil berdasarkan nama daerah Barito (dahulu Onder Afdeeling Barito) yang berada di hulu termasuk wilayah provinsi Kalimantan Tengah, tetapi sering dipakai untuk menamakan seluruh daerah aliran sungai ini hingga ke muaranya pada Laut Jawa di Kalimantan Selatan yang dinamakan Muara Banjar/Kuala Banjar.
Dalam Hikayat Banjar, sungai Barito disebut juga Sungai Banjar (Banjar river)[5] dan ada juga yang menyebutnya Sungai Cina (China river) karena banyaknya aktivitas pedagang Tionghoa di sungai ini pada zaman dahulu.[6][7]
Sendimentasi atau pendangkalan di sungai Barito semakin parah akibat semakin meluasnya alih fungsi lahan dari hutan tropis/hutan bambu menjadi lahan kelapa sawit/karet serta berkurangnya tutupan lahan di Kalimatan Selatan dan Kalimantan Tengah. [8]

Sungai yang terbesar dan terpanjang di Kalimantan Selatan adalah Sungai Barito. Hulu sungai Barito berada di pegunungan Schwaner, membujur dari wilayah Kalimantan Tengah di bagian utara Pulau Kalimantan hingga bermuara di Laut Jawa, sepanjang kurang lebih 1.000 kilometer. Lebar Sungai Barito rata-rata antara 650 hingga 800 meter dengan kedalaman rata-rata 8 meter.[9] Lebar sungai pada bagian muara yang berbentuk corong mencapai 1.000 meter, sehingga sungai Barito merupakan sungai terlebar di Indonesia. Bagian terpanjang dari Sungai Barito mulai dari hulu sungai terletak di wilayah Kalimantan Tengah, sedangkan sisanya sampai ke muara sungai berada di wilayah Kalimantan Selatan.
Kalimantan Selatan termasuk ke dalam wilayah kepulauan bercirikan sejumlah besar sistem sungai yang mengalir dari daerah pedalaman ke lautan. Menurut Hall, keadaan seperti itu merupakan sebuah keistimewaan yang membawa pengaruh signifikan terhadap perkembangan sosial dan ekonomi daerah bersangkutan. Dari waktu ke waktu orang bermukim di antara berbagai sistem sungai itu, sehingga terjadi konsentrasi penduduk di daerah delta yang luas di mulut sungai.[10]
Begitu pentingnya arti jaringan sungai, sehingga para penguasa wilayah selalu berusaha untuk mengontrol seluruh jaringan sungai yang ada di dalam wilayah kekuasaan mereka demi untuk mengimplementasikan hegemoni politik mereka. Meskipun demikian, tidak mudah untuk melakukan kontrol ekonomi secara langsung terhadap penduduk yang bermukim di hulu sungai dan para pendatang di pantai. Oleh karena itu biasanya penguasa wilayah mengandalkan kekuatan fisik maupun pembentukan aliansi untuk menguasai daerah pedalaman.[11]
Hidrografi
Sungai besar yang berhulu dari kaki pegunungan Muller hingga mencapai muaranya di Laut Jawa, panjang Sungai Barito mencapai 909 km, dengan lebar antara 650 m hingga mencapai 1000 m yang menjadikan Barito sebagai sungai terbesar di Indonesia[12].
Transportasi dan nilai ekonomi
Berdasarkan beberapa naskah Hikayat Banjar dan naskah kuno lainnya diketahui sungai ini dahulu disebut juga Sungai Banjar khususnya yang berada di hilir dekat kampung Banjar-Masih (sekarang Kuin Utara, Banjarmasin) sampai ke hulu pada kota Marabahan, sebab di kota ini sungai tersebut bercabang dua anak sungai yaitu Sungai Barito dan Sungai Nagara/Sungai Bahan. Wilayah daerah aliran Sungai Nagara/Sungai Bahan inilah yang oleh kesultanan Banjar dinamakan wilayah Hulu Sungai atau Banjar Hulu. Sedangkan daerah aliran sungai di hulu kota Marabahan sering dinamakan daerah Barito/Tanah Dusun atau pada masa pemerintahan kolonial Hindia Belanda merupakan Onder Afdeeling Barito yang beribukota di Muara Teweh (sekarang ibukota Barito Utara). Wilayah Barito ini dalam Kitab Negarakertagama disebutkan sebagai salah satu daerah taklukan kerajaan Majapahit yang berada di pulau Tanjung Negara di samping daerah tetangganya yaitu Sungai Tabalong (sungai Negara). Diduga pada jaman dahulu kala kedua anak sungai tersebut masih terpisah karena bagian hilir sungai besar ini belum terbentuk tetapi karena aliran endapan lumpur ke arah muara menyebabkan kedua anak sungai itu akhirnya menyatu dalam satu Daerah Aliran Sungai.
Sejalan dengan pendapat Hall, penduduk Kalimantan Selatan pada abad XIX pada umumnya memang terkonsentrasi di mulu-mulut sungai atau di wilayah pertemuan dua sungai. Sungai merupakan bagian tak terpisahkan dari kehidupan sehari-hari penduduk di wilayah ini. Sebagian besar sungai di Kalimantan Selatan dapat dilayari. Salah satu sungai terpanjang dan terbesar adalah sungai Barito (disebut juga sungai Dusun) yang menjadi tempat bermuaranya beberapa sungai utama di Kalimanatan Selatan, seperti Sungai Martapura dan Sungai Negara. Sungai-sungai tersebut beserta seluruh anak sungainya merupakan jaringan prasarana perhubungan dan pengangkutan yang sangat penting bagi penduduk karena masing-masing sungai mengalir melalui ibukota-ibukota kabupaten yang ada di Kalimantan Selatan. Kota Banjarmasin dan Martapura dilalui oleh Sungai Martapura, Rantau dilalui oleh Sungai Tapin, Kandangan dilalui oleh Sungai Amandit, Barabai dilalui oleh Sungai Tabalong, Sungai Balangan dan Sungai Negara, Tanjung dilalui oleh sungai Tabalong[13] Sejak jaman dahulu jaringan sungai merupakan prasarana transportasi yang mendukung aktivitas ekonomi maupun sosial penduduk Kalimantan Selatan. Lebih dari itu, jaringan sungai telah menjadi urat nadi perekonomian penduduk karena sebagian besar aktivitas ekonomi mereka dilakukan melalui dan di atas sungai. Hubungan antar daerah-daerah di wilayah pedalaman Kalimantan Selatan dengan ibukota dan pelabuhan Banjarmasin terutama juga dilakukan lewat sungai, sehingga sungai menjadi andalan bagi kelancaran distribusi barang maupun orang dari wilayah hulu ke wilayah hilir dan sebaliknya. Berbagai jenis hasil hutan, hasil tambang, dan hasil bumi yang melimpah di daerah pedalaman Kalimantan Selatan seperti kayu, karet, getah perca, rotan, damar, jelutung, lilin, batubara, emas, lada, sarang burung, bahan anyaman, ikan kering/asin, dendeng rusa, buah-buahan, dan lain-lain diangkut ke tempat-tempat pengumpulan atau pelabuhan melalui jaringan sungai yang ada.[14] Sebaliknya berbagai barang kebutuhan sehari-hari penduduk Kalimantan Selatan seperti beras, gula, garam, tepung, jagung, minyak kelapa, tembakau, gambir, gerabah dan alat-alat rumah tangga, kawat tembaga, serta bahan pakaian (kain lena) dan sebagainya juga diangkut dari pelabuhan Banjarmasin ke berbagai daerah di wilayah pedalaman melalui jaringan sungai tersebut.[15]
Sungai Barito di Kalimantan Selatan mempunyai dua anak sungai penting yaitu Sungai Martapura dan Sungai Negara. Dua anak sungai Barito ini selanjutnya mempunyai berbagai cabang sungai yang semuanya dapat dilayari sehingga membentuk sebuah jaringan transportasi sungai yang padat karena menghubungkan daerah-daerah di pedalaman dengan kota pelabuhan. Sungai Martapura memiliki tiga cabang sungai, yaitu Sungai Alalak, Sungai Riam Kiwa (Kiri), dan Sungai Riam Kanan. Sementara itu Sungai Nagara memiliki banyak cabang sungai, di antaranya yang terpenting adalah Sungai Amandit, Sungai Tapin (Sungai Margasari), Sungai Berabai, Sungai Balangan, Sungai Batang Alai, Sungai Tabalong, dan Sungai Tabalong Kiwa (Kiri). Sungai Amandit mempunyai dua cabang sungai, yaitu Sungai Bangkan dan Sungai Kalumpang, sedangkan Sungai Tapin mempunyai empat cabang yaitu Sungai Muning, Sungai Tatakan, Sungai Halat, dan Sungai Gadung. Sungai-sungai seperti disebutkan di atas sebagian besar berfungsi sebagai prasarana lalu lintas orang dan barang. Sungai Barito dapat dilayari oleh kapal danperahu besar sampai sejauh kurang lebih 700 kilometer ke arah hulu, Sungai Martapura sampai sejauh 45 kilometer, Sungai Negara sejauh 125 kilometer, Sungai Tabalong sejauh 42 kilometer, dan Sungai Balangan sampai sejauh 40 kilometer. Sungai-sungai lainnya dapat dilayari dengan berbagai jenis perahu kecil. Untuk memperpendek jarak antara daerah satu dan lainnya di wilayah Kalimantan Selatan juga banyak dibangun terusan atau kanal yang dalam bahasa setempat disebut antasan atau anjir. Antasan dibangun terutama untuk memperpendek jarak dengan cara menghubungkan dua saluran air, sungai atau danau yang sudah ada sebelumnya. Agak berbeda dengan antasan, pembuatan anjir pada awalnya berkaitan dengan kepentingan bidang pertanian, yaitu untuk memperlancar irigasi. Namun dalam perkembangannya anjir juga dimanfaatkan sebagaimana antasan, yaitu sebagai jalan pintas yang menghubungkan dua buah sungai. Lebar antasan dan anjir pada umumnya antara 20 sampai 35 meter dengan kedalaman air sekitar tiga meter. Dengan kedalaman kurang dari lima meter maka antasan dan ANJIR memang hanya dapat dilalui kapal atau perahu berukuran sedang dan kecil. Kecuali antasan dan anjir, penduduk di pedalaman Kalimantan kadang juga membuat handil, yaitu semacam kanal yang dibuat untuk menghubungkan daerah produsen tanaman perdagangan dengan sungai yang dapat dilayari.
Wilayah kabupten-kabupaten yang sekarang termasuk dalam bagian Kalimantan Tengah di sepanjang Sungai barito ini, dahulu termasuk dalam Onder Afdeeling Barito (bagian dari Afdeeling Kapuas Barito), sekarang sudah berkembang menjadi 4 kabupaten di Kalteng yaitu Barito Selatan, Barito Utara, Barito Timur dan Murung Raya. Wilayah ini sekarang sedang berjuang untuk membentuk provinsi Barito Raya, di mana gerakan ini berakar dari pemikiran para penduduk di sepanjang DAS Barito dalam bidang sosial politik, untuk meminta perhatian yang lebih serta untuk mendapatkan pembagian yang lebih berimbang dan pemberian akses-akses ekonomi atas kekayaan sumber daya alam yang dimiliki oleh daerah-daerah yang berada di sepanjang DAS Barito. Namun seiring waktu berjalan, ternyata ada banyak pro dan kontra sehubungan dengan pemekaran ini. Karena bagaimanapun juga, catatan sejarah menunjukkan bahwa daerah Barito merupakan bagian integral dari Daerah Dayak Besar. Dan, salah satu tokoh sejarah dari Barito GMTPS (Gerakan Mandau Talawang Pantjasila), Christian Simbar a.k.a “Uria Mapas”, merupakan salah satu tokoh yang paling berjasa dalam pembentukan Kalimantan Tengah, bahkan pada mulanya ibukota Kalimantan Tengah direncanakan terletak di Muara Teweh di hulu sungai Barito.
Bagian hilir dan muara dari DAS Barito pada jaman dahulu disebut Pulau Bakumpai adalah wilayah kabupaten Barito Kuala, Kalimantan Selatan. Barito Kuala merupakan kabupaten pemekaran dari Kabupaten Banjar. Pada masa Hindia Belanda wilayah kabupaten Barito Kuala termasuk Afdeeling Bandjarmasin/Afdeeling Kuin
Selain suku Banjar, pada umumnya penduduk yang tinggal di sepanjang sungai Barito adalah dari etnik kategori Barito Isolec atau suku Dayak dengan penuturan bahasa Barito seperti Dayak Murung, Dayak Siang, Dayak Maanyan, Dayak Bawoo, Dayak Dusun, dan Bakumpai.
Ketika Perang Banjar berlangsung, setelah Pangeran Hidayatulah ditangkap Belanda dan dibuang ke Cianjur, pusat perlawanan dipindahkan Pangeran Antasari sebagai pemimpin tertinggi Kerajaan Banjar ke hulu Sungai Barito, yaitu di sekitar Muara Teweh dan Puruk Cahu. Selain Pangeran Antasari, tersebut juga beberapa pejuang lainnya seperti Sultan Muhammad Seman, Panembahan Muda (Pangeran Muhammad Said), dan Ratu Zaleha. Tokoh pejuang dalam perlawanan masyarakat Barito yang lain adalah Panglima Wangkang, Tumenggung Surapati, Panglima Batur dan Haji Matalib.–>

****************

Diposkan pada dailynotesyanti

NASI PADANG BIKIN GUE BOKEK

 

  Ditulis : Sabtu, 16 Nopember 2013

 

 

            Beberapa hari ini gue bertindak konsumtif, termasuk hari ini, nggak tau kenapa ya gue jadi orang nggak enakan, akhirnya malah gue yang rugi sendiri, temen-temen pada ngajak gue makan siang sepulang kuliah, karena engga bisa nolak, gue akhirnya ikut mereka ke rumah makan padang dan alhasil uang gue abis, kemarin juga temen gue si ’H’ ngajak makan bakso Malang dan karena engga enak hati, gue malah ikut juga, bakso Malangnya sih enak, tapi ‘uangnya’ yang ngga enak, coba dia sekali-kali traktir gue, pasti gue nggak bokek gini. Kemarin pas gue ke Banjarmasin uang gue juga habis banyak, selain buat ongkos transport, juga buat beli buku pedoman skripsi, bayar denda buku di perpus selama 38 hari, bukan salah gue juga, setiap gue mau balikin buku, kampus selalu tutup, udah tiga kali gue berniat mulia balikin buku itu, udah tiga kali juga gue sial, kampusnya selalu tutup, wisuda S-1 lah, wisuda S-2 lah, lalu kampusnya tutup karena diliburkan menjelang middle test lah, tapi si ibu perpus malah ngomel-ngomel dan kartu perpus gue mau disita, nggak pengertian banget sih, jarak rumah gue ke kampus utama kan cukup jauh. Tapi apalah daya gue, gue cuma bisa diem pas beliau nyerocos kayak kereta api ngomelin gue, gue cuma bisa ngurut-ngurut dengkul dan nyabarin diri.

 

            Sebelumnya, hubungan gue sama mereka (temen-temen akrab di kampus) sempat renggang, gara-garanya sih gue sama mereka LDR, gue dimana, mereka dimana, jarang ketemuan dan akibat gue sering mangkir dari kampus, membikin komunikasisasi gue sama mereka berjalan buruk, bahkan gue sempet nangis sendiri di pojokan toilet, gue pikir mereka udah ninggalin gue, ternyata semuanya cuma masalah miss komunikasi aja. Gue sekarang udah baikan lagi sama mereka, setelah sebelumnya gue merasa kalau gue dianggap ‘cuma beban’ buat mereka, gue akhirnya sadar, kalo gue bicara baik-baik dan sedikit aja rendah hati, semuanya akan baik-baik aja. Nggak enak banget rasanya jadi orang ter-asing di kalangan temen – temen, rasanya jadi orang tersisih, gue merasakan itu beberapa bulan, hingga akhirnya mendekati middle test kemarin, gue dan mereka udah baik-baik aja.

 

            Selama tiga hari ini uang gue habis cukup banyak, apalagi sekarang gue nggak punya penghasilan lagi, gue musti ngadu ke mana? semenjak gue lulus SMA, nyokap ngga pernah ngasih gue uang jajan, dia cuma nanggung biaya bensin, soalnya kalo nggak ditanggung, siapa yang mau nanggung lagi coba? bokap juga jarang ngasih uang jajan, akhir-akhir ini bokap selalu tekor, boro-boro tiap gajian ada sisanya, ini malah tabungan buat skripsi gue, kepake sedikit demi sedikit buat menggaji anak buah bokap, oiya, apa gue udah cerita, bokap gue buruh bangunan dan yang dimaksud anak buah adalah pelayannya bokap. Gue memiliki misi, suatu saat bokap nggak perlu lagi kerja demi gue, tapi gue yang harus nanggung bokap, nyokap sama adik gue, mudah-mudahan cita-cita gue ini berhasil, amiin.

 

            Mungkin ortu gue berharap setelah lulus SMA, gue nggak perlu bergantung mereka lagi, tapi dengan gaji gue yang cuman 300 ribu per bulan (amat jauh di bawah UMR), gue nggak bisa engga nyusahin mereka, gue sadar, gue ini anak manja yang ngga bisa mandiri cari uang sendiri, tapi cuma disitu batas kemampuan gue, 300 ribu paling cukup buat jajan sebulan di kampus sama buat beli pulsa, kalian tau sendiri lah uang segitu di jaman inflasi tinggi kayak sekarang nggak cukup untuk beli apa-apa terlalu banyak. Itu juga gue bersyukur uang segitu masih bisa disisihin buat bantu orang lain. Jadi gini ceritanya, adiknya almarhumah nenek gue tinggal di Bandung dan beliau terkena penyakit kanker getah bening, mungkin keturunan, nenek gue juga dulu pernah terkena penyakit itu, terus adik nenek itu nggak punya biaya operasi, nyokap yang punya simpanan cuma satu juta akhirnya memutuskan mengirim uang tersebut ke Bandung, dan gue, entah dorongan dari mana, juga mau ikut bantu-bantu dengan transfer satu juta, jadi kami cuma bisa bantu 2 juta. Gue cuma berharap uang yang sedikit yang gue punya, gaji gue selama tiga bulan setengah itu bisa buat bantu adiknya nenek. Ternyata gue salah, nggak lama kemudian, adik nenek nelpon lagi dan ngadu kalau TV-nya rusak, kena sambaran petir, nyokap cuma bisa ikut prihatin dan nggak habis pikir, bisa-bisanya beliau masih mengadu hal itu sama kami, sementara kami udah menghabiskan sisa uang yang kami punya buat nolong dia operasi. Ya sudahlah, emang kalo udah nasib selalu disusahin orang ya begini. Bahkan ayam tetangga pun sering nyusahin kami, ayam-ayam itu subuh udah dilepas sama tuannya biar nyari makan di halaman rumah kami, nyari makannya itu sih nggak apa-apa, itung-itung pahala, cuman bokernya itu suka sembarangan banget, nyokap jadi kasian ngepel tiga kali sehari, soalnya anak-anak ayam itu bokernya teratur, pagi, siang sama sore, untunglah kalo malam dia dimasukkin di kandang. Gue merasa banyak orang nggak berperikemanusiaan dan berperiketetanggaan sama kami.

 

            Yang namanya suratan takdir dari Tuhan, kita sebagai manusia harus bisa menerima, dan kesabaran kami pasti akan membuahkan sesuatu, paling nggak kami bukanlah keluarga yang suka cari masalah sama tetangga, tetangga aja yang suka cari masalah sama kami. Gue tau sih, gue nggak boleh kebanyakan ngeluh, tapi gue udah nggak tahan pengen cerita tentang masalah-masalah kami, sekedar curhat dan ngurangin beban pikiran.

 

            Eh, udah dulu ya postingan untuk hari ini. See You Soon my blog,,, terima kasih.

**************************

Diposkan pada dailynotesyanti

BUBUR ASYURA, AIR TOLAK BALA DAN PROPOSAL

DAILYNOTES YANTI
BUBUR ASURA, AIR TOLAK BALA DAN PROPOSAL

Ditulis : Sabtu, 16 Nopember 2013

 

 

Hmm, kasian blog ini, udah lama gue biarin dia terlantar, untung nggak ngemis di trotoar. Gue mau minta maaf yang selebar-lebarnya dan sedalam-dalamnya buat blog gue, karena gue udah biarin dia hidup dalam kemiskinan selama beberapa bulan ini, gue bahkan sampe lupa kapan terakhir kali gue bikin postingan baru. Oke, sebagai ganjarannya dan atas semua rasa bersalah gue, kali ini gue akan cerita’in banyak hal.

Horeee, akhirnya gue ngirim proposal, tepatnya hari Kamis, 14 Nopember kemaren, gue bahagia banget. Sepulang dari ngantar proposal ke Banjarmasin, gue senyum-senyum sambil nyanyi-nyanyi lagu Inul Daratista yang judulnya ‘Masa Lalu’ di jalan. Nyokap sampai geleng-geleng liat kelakuan gue sambil ngurut-ngurut dada, untungnya gue nggak sambil goyang ngebor di atas sepeda motor, bayangin apa jadinya kalo gue sampai kayak gitu, pasti nyokap langsung ngirim gue ke Rumah Sakit Jiwa ‘Sambang Lihum’ di Gambut. Habis, mau gimana dong, gue lagi seneng banget. Gue tinggal nunggu dua minggu, kurang lebih akhir Nopember ini buat ke Banjarmasin lagi dan ngambil surat penunjukkan pembimbing skripsi gue nanti.

Alhamdulillah, ini pasti berkat gue minum ‘Banyu Tolak Bala’, sejenis air buat tolak bala yang dibacakan do’a – do’a dan shalawat, air itu didapat pas Mama tadi pergi ke Langgar buat ‘meminyaki anak yatim’, kalian tahu kalo 14 Nopember 2013 kemarin (tanggal 10 Muharram) hari anak yatim kan? Nah, kalau di kampung gue selalu ada tradisi bernama ‘Meminyaki Anak Yatim’ di langgar, jadi semua anak yatim dikasih minyak wangi di kepalanya, sehelai rambut yang terkena minyak wangi dari tangan orang yang mencipratkannya, konon katanya mendapat pahala besar banget. Makanya nyokap numpahin sebotol minyak wangi tiap satu kepala anak yatim, alhasil tuh kepala anak-anak jadi kinclong akibat kebanyakan minyak wangi, mungkin maksud nyokap biar dapat pahala yang gede banget gitu, nyokap gue gitu loh, hahaha. Nah, selain itu para ibu-ibu pagi-pagi buta gotong-royong untuk membuat bubur bernama Bubur Asura yang sudah terkenal kelezatannya hingga ke seluruh pelosok kampung itu. Jadi isi bubur itu ada suwiran ayam, wortel, kacang –kacangan (kacang tanah, kacang putih, kacang polong), daun bawang, wortel, seledri, buncis dan kacang panjang, segala jenis sayuran ada disitu, rasanya gurih, pokoknya ‘Uenak Tenan’ deh dan kaldu ayamnya terasa banget.

Selain bikin bubur itu, setiap ibu-ibu wajib memberikan sumbangan sukarela pada anak-anak yatim itu. Katanya sukarela, tapi kok wajib yah? aneh. Gue yakin banget nyokap paling semangat kalo masalah ngasih amplop buat anak-anak kurang beruntung itu. Gue jadi ngerasa bersyukur masih punya orang tua yang lengkap, apa jadinya kalo gue jadi anak Yatim, mungkin nama gue bukan Yanti seperti sekarang ini.

Cuman yang jadi problema, ini kenapa anak yang ortunya lengkap juga ikut-ikutan ngantri minta amplop ya, rupanya mental ‘doyan gratisan’ sudah melekat sampai ke anak-anak di bawah umur, bukan cuma orang yang udah berumur doyan amplop, anak kecil juga, meskipun itu haknya anak-anak yatim, tapi namanya juga anak kecil, mana bisa sih nggak kasian, makanya mereka tetap dapet amplop juga. Coba kalo gue ikutan ngantri amplop juga, nyokap pasti bakal kehilangan muka dihadapan ibu-ibu satu RT, udah bukan anak kecil, bisa-bisanya ngaku-ngaku yatim, padahal bapak – ibunya masih lengkap, ngga tau diri kan. Oiya, pada hari Asura ini, biasanya anak yatim bisa dapat uang sampai ratusan ribu, wah lumayan juga ya.

BTW, gue hari ini kuliah jam empat sore dan kali ini gue datang on time, nggak kayak biasanya. Biasanya sih gue telat lima sampai sepuluh menit, bahkan kadang kuliah udah selesai, gue baru dateng, lah gimana nggak bubaran, dosennya cuman masuk sepuluh menit doang buat ngasih tugas dan gue dateng telat sepuluh menit, ya kelas udah bubar, akhirnya gue datang cuma buat tanda tangan absen doang, hehehe. Itulah kebiasan buruk anak kuliahan (mungkin cuma gue), dateng telat lima menit itu menurut gue keren, seni-nya kuliah ya itu, coba pas SD sampe SMA, mesti kita duluan yang dateng daripada guru, artinya murid nungguin guru, nah setelah masa-masa kuliah, Mahasiswanya yang suka telat, Dosen yang nungguin Mahasiswa, kurang ajar banget kan mahasiswa yang satu ini.

**************************

Alone

Hari ini aku masuk sendirian di kantor setda, rasanya cukup seram dan ngeri juga sendirian di ruangan kantor sebesar itu. Selain itu juga ngerasa nggak terlalu aman karena sebagai penghuni tunggal ruangan takut ada barang- barang disini yang hilang, ntar malah aku yang jadi tersangkanya..iiy ogah.
Mana mbak lina nggak datang-datang lagi, serem banget deh.