Posted in dailynotesyanti

JATUH CINTA ?

Aku nggak tahu apa yang sedang aku rasakan saat ini. Yang pasti, hatiku berdesir dan jantungku berpacu sangat kencang saat kemarin bertemu dengannya. Apakah mungkin aku….?

 

          Ah, apakah masih berhak aku menyukai seseorang, setelah aku membuang banyak sekali kesempatan untuk mencintai dan dicintai. Karena ketakutanku, karena kebodohanku, banyak kesempatan mencintai dan dicintai yang hilang dalam sekejap di hidupku. Aku pernah benar-benar menyayangi seseorang dan menginginkan memiliki hatinya, tapi aku biarkan dia pergi begitu saja, tanpa mengungkapkan isi hatiku. Lalu ada juga kesempatan lain, dia bukan laki-laki sempurna, tapi dia mapan, dan kembali, aku biarkan dia menikah dengan wanita lain, tanpa mengetahui isi hatiku. Aku juga pernah menyukai seseorang, dia memiliki usaha self publishing, mungkin aku tidak akan menyebut nama-nama mereka disini, yang pasti aku telah melewatkan banyak sekali kesempatan. Dan aku kehilangan kesempatan itu, karena aku tidak pernah menunjukan bahwa aku juga mencintainya. Aku benar-benar merasa bodoh dan terluka.

 

          Hidup memang aneh, sepertinya aku menyukai seseorang lagi, seseorang yang sempurna di mataku, meskipun aku belum terlalu dalam mengenalnya, meski aku yakin jarak umur kami jauh, meski aku tidak tahu apa yang benar-benar menjadi pekerjaannya, bagaimana latar belakang keluarganya dan dimana rumah laki-laki itu. Aku hanya menikmati rasa suka dan rasa gugupku ketika aku melihatnya. Bahkan hanya dengan melihatnya, hatiku sudah senang. Ini adalah pertemuanku yang ke-4 dengannya, tapi aku sudah enam kali melihatnya, hanya saja dua kali itu hanya melihat selintas tanpa menghampiri laki-laki itu. Entah apa yang kulihat darinya, aku hanya tahu dia adalah laki-laki dewasa yang bisa di andalkan. Yang kutahu kampung halamannya ada di Sulawesi Selatan sana. Mungkin dia kost dan hidup sebatang kara disini, dia punya banyak teman-teman yang berprofesi sama sepertinya, dia adalah Penulis.            

 

Lancangnya aku menulis tentang dia, aku hanya terbawa perasaan. Karena hatiku saat ini begitu berbunga-bunga. Dan bunga-bunga yang kuncup di hatiku saat ini sedang bermekaran. Tapi, ketakutan kembali menghantui pikiranku, apakah kali ini aku bisa mengungkapkan perasaanku? Atau seperti yang lalu-lalu, aku mengendapkan perasaanku dan membiarkan laki-laki itu pergi ke kota  lain dan menikah dengan wanita lain, hingga penyesalan lah hal satu-satunya yang tersisa, entahlah.

 

          Aku tidak tahu bagaimana cara melakukan pendekatan, karena memang aku belum pernah melakukannya. Selain itu, sebagai perempuan, aku gengsi untuk memulai terlebih dahulu. Tapi menunggunya bukanlah keputusan yang tepat. Hal yang aku takutkan adalah, ternyata dia sudah punya kekasih hati. Lalu, apa yang akan terjadi lagi padaku? Apakah aku akan menangisinya lagi? Aku tidak boleh menangisinya, jodoh dan takdir adalah urusan Allah Swt, cuma Allah yang tahu, siapa yang akan menjadi pendampingku kelak. Aku harap dia imam yang baik dan bisa memimpinku dan mengarahkanku menjadi wanita yang baik, amin.

 

          Aku sangat berharap bisa bertemu dengan dia lagi, atau lebih tepatnya aku yang menemuinya, karena selama ini akulah yang menemuinya. Bukan karena aku cewek kegatelan yang menghampiri cowok duluan, tapi aku mendatanginya karena aku yang menyukainya terlebih dulu, aku sering ke GR-an dan berharap dia juga suka sama aku. Aku benar-benar merasa jadi bodoh saat ada dihadapannya, aku terpaku, terdiam, tidak dapat berkata-kata juga sulit  untuk menatap matanya. Padahal seharusnya aku menatap ke dalam matanya, mencoba menerka-nerka isi batinnya. Sebagai pengagum rahasianya, aku sekarang hanya ada posisi dimana aku mengaku sebagai fans-nya dan aku pernah dua kali mendapat buku darinya. Seperti itu posisi kami sekarang. Apa yang bisa aku harapkan dari hubungan seperti ini. Dia sepertinya bukan tipe laki-laki yang suka gombal dan sebagainya, dia terlalu apa adanya dan bicara sedikit, sulit bagiku untuk berharap lebih dari sekedar hubungan antara Penulis dan Pembaca, dia Menulis, dan aku Membaca karyanya.

 

          Dia juga misterius, tidak kalah misteriusnya denganku. Aku sering muncul dibalik diskusi bukunya secara diam-diam, dan kalaupun dia memperhatikan, dia pasti tahu aku selalu dengan setia berada di sana, di bangku urutan belakang, mengamatinya dari jauh dan senyum-senyum sendiri dalam hatiku. Entahlah, dia masih ingat atau tidak dimana alamat rumahku, karena dulu dia pernah menanyakannya tapi itu sudah lama sekali. Entah juga apa dia masih ingat wajahku dan siapa aku, gadis yang pernah mendapat buku darinya. Tapi, waktu pertemuan ketiga, aku dengan gugup dan kaki selemah agar-agar, dengan tangan yang dibasahi keringat aku menghampirinya dan menegurnya dengan sebutan “Kak”, dia balas menegur dan menyebutkan namaku. Betapa setelah itu hatiku berbunga-bunga dan menyiulkan lagu-lagu ceria ketika pulang, hanya karena dia masih ingat namaku. Ini benar-benar rasa suka yang berlebihan.

 

Sebenarnya sebelum pertemuan yang ke-tiga dengannya itu aku juga sempat melihat laki-laki yang pernah aku suka di acara yang sama, dia sedang membawa sekardus buku lalu tersenyum ke kasir setelah membayar buku yang dibelinya dan aku melirik sepintas ke arahnya lalu membuang muka dan membalik badan, agar dia tidak melihatku, meskipun aku sangsi kalau dia masih mengingatku. Kini, laki-laki itu telah membina sebuah keluarga kecil bersama istrinya, laki-laki yang kumaksud adalah yang di awal aku ceritakan tadi, dia punya usaha self publishing. Ya, aku turut bahagia untuk pernikahannya, semoga mereka langgeng dan bahagia sampai akhir hayat. Ketika aku melihatnya dengan ditemani sahabatku tercinta, Riri. Aku mencolek Riri dan memberinya kode bahwa laki-laki itulah yang sempat aku sukai dan Riri bilang “dia lumayan ganteng”, itu juga kesan pertamaku saat melihatnya. Wajahnya kini lebih ganteng dan putih bersinar, mungkin setelah married auranya lebih terpancar. Hehe, kenapa aku masih membahas cowok yang ini.

 

Aku sangat berharap Allah Swt memberiku lebih banyak kesempatan untuk bertemu lagi dengan laki-laki yang sedang kusukai ini, entah untuk alasan apapun. Aku berharap dia menulis lebih banyak buku, agar aku bisa membelinya lagi dan punya alasan untuk mengontaknya di facebook atau twitter, ngomong-ngomong laki-laki ini sangat pasif kalau sedang berbicara dengan lawan jenis di social media, tapi bagus, dengan sikap itu aku tidak perlu khawatir dia menggombali cewek dan itu artinya dia cowok yang baik dan tidak playboy.

 

Demi laki-laki ini, aku rela menempuh jarak yang cukup jauh untuk menemuinya—sebenanya juga untuk mengambil buku yang diberikannya—dan untuk bertemu dengannya bukanlah hal mudah, aku harus meredakan detak jantung dan debaran rasa gugup yang aku rasakan, tanganku rasanya langsung dingin dan beku ketika ada di hadapannya, ya Tuhan, pesonanya membuatku jatuh. Jatuh Cinta.

 

Tapi masalah yang lain adalah, aku membaca ada nama cewek di ucapan Terima Kasih di buku tulisannya, siapakah nama cewek di bukunya itu? Apakah dia sahabatnya.. atau mungkin? Aaah, aku malu kalau harus menanyakannya. Semoga saja dia masih available untukku. Dan seumur hidup aku belum pernah nembak cowok. Apakah aku dapat memberanikan diri menembaknya di socmed (karena aku tidak tahu cara berkomunikasi yang lain dengannya, nomor hp-nya nggak punya, alamat rumahnya nggak tahu). Karena kalau aku terus menunggu saja, aku takut akan kehilangan waktu lagi, aku takut dia akan bertemu dengan wanita lain yang bisa membuatnya jatuh hati. Sulit sekali menebak isi hati laki-laki ini. Dia tersenyum sambil berbicara denganku, tapi senyum itu bukanlah bukti yang cukup kuat kalau dia juga ada sedikit hati untukku. Lalu, bagaimana? Aku pusing memikirkan cara mengungkapkan perasaan ke cowok ini, aku tidak berani melakukannya.  Kalau saja dia membaca tulisan ini, pasti akan lebih gampang, dia pasti tahu benar siapa yang aku maksud dalam kisah ini, dan kalau dia sampai membacanya, aku pasti bahagia sekali. Tapi aku terlalu tidak berani menunjukkan tulisan ini ke dia. Aku berusaha keras menutupi perasaanku padanya. Tapi inilah satu-satunya cara agar dia tahu bagaimana perasaanku terhadapnya. I’m Confuse… and hopeless..

 

Kayaknya aku bisa menulis ribuan lembar tentang dirinya kalau tidak di akhiri sekarang juga. Semoga perasaanku kali ini tidak bertepuk sebelah tangan. Semoga aku dapat bertemu dengannya di lain hari. Semoga, hatiku sekarang benar-benar berbunga.

Ngomong-ngomong, tadi aku melihat fotonya dan seorang gadis manis bergamis panjang di facebook, sebenarnya kemarin aku juga berfoto dengannya, jadi aku tidak perlu iri. Tapi wanita itu begitu cantik dan dia kelihatan tipe gadis alim, sedangkan aku? Aku masih dalam tahap belajar agama, pakaianku juga belum syar’i. Yang kutahu, cowok yang kusuka ini adalah lulusan dari pesantren, jadi dia pasti lebih memilih gadis yang baik agama dan akhlaknya, tidak seperti aku yang masih perlu banyak nasehat agama. Aku pasti kalah jauh dari wanita itu, dan setahuku wanita yang di foto itu masih single. Jelas saja aku makin berpikiran aneh dan tak karuan. Seharian ini aku terus memikirkan dia, berpikir tentang bagaimana cara bisa bertemu dengan dia lagi, tetapi setelah melihat foto itu, aku langsung ciut. Masih banyak wanita yang lebih baik dari aku, lalu apa yang harus aku lakukan sekarang? Aku benar- benar cemburu dibuatnya, aku juga merasa menyesal sudah membuka facebook. Hmm… Tuhan, aku sayang dia, tolong kasih jalan keluar untuk masalah ini.

 

                                                                         Martapura, 09 Pebruari 2014

                                                                                      By : Yanti

Penulis:

Yantinurhida lahir pada tanggal 17 Nopember. Dia anak pertama. memiliki 1 adik laki2 yang sekarang sudah kelas XI SMA. sedang dalam pencarian pekerjaan yang membuatnya merasa menemukan passion-nya. Hobinya adalah menulis, membaca, bermimpi, menggambar, menyanyi asal , nonton film, nonton acara sport, main game dan menonton Running Man. Motto : Selalu OPTIMIS dan pantang menyerah!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s