Diposkan pada dailynotesyanti

Review Film Dear John

Dear John adalah film drama romantis Amerika Serikat tahun 2010 yang disutradarai oleh Lasse Hallström dan diproduseri oleh Marty Bowen, Wyck Godfrey, dan Ryan Kauvanaugh. Berdasarkan novel dengan judul yang sama karya Nicholas Sparks tahun 2006, film ini dibintangi oleh Channing Tatum,Amanda SeyfriedHenry Thomas, Scott Porter, dan Richard Jenkins. Dear John difilmkan pada tahun 2009 di Charleston, Carolina Selatan. (Sumber : Wikipedia) 

Tau nggak sih apa yang bikin aku suka sama film ini? Selain karena genre nya romance.  Karena aku baru sekali menonton filmnya Channing Tatum. Dan aku langsung jatuh cinta sama Channing Tatum.  Because he’s handsome.  Dan bukan cuma ganteng,  cewek mana sih yang nggak tertarik sama cowok tegap,  six pack,  berseragam tentara lagi,  hehe. 

Dear John berkisah tentang John,  tentara pasukan khusus Amerika yang lagi cuti dan liburan di kampung halamannya di Charleston.  Disana dia nggak sengaja melihat tas seorang cewek tercebur dan secara spontan dan gentle ngambilin tas cewek yang bernama Savannah itu.  Singkat cerita 2 minggu mereka habiskan bersama.  Tapi mereka harus berpisah lagi karena John harus kembali ke tugasnya selama setahun.  Akhirnya John dan Savannah  menjalani LDR (Long Distance Relationship). Tau apa yang paling sulit dari hubungan jenis ini? Kalau kita lagi kangen, nggak bisa langsung ketemu.  

Apalagi di Kasus John dan Savannah yang terpisah begitu jauh dan nggak ada akses internet di wilayah John bertugas.  Mau nggak mau mereka harus kirim-kiriman kabar lewat surat.  Ya, berkirim surat itu cara yang amat klasik untuk berkomunikasi. Sisi romantis dari film ini adalah saat John mengirim surat buat Savannah dan Savannah membalas surat pada John dan selalu mengawali suratnya dengan sapa’an Dear,  John.  Mungkin karena itulah  film ini diberi judul ‘Dear John’. 

Rasa rindu John dan Savannah yang membuncah akhirnya bisa dilampiasakan saat mereka bisa bertemu. John bahkan mau mengajak Papanya untuk ketemu orang tua Savannah,  tapi sang Papa malah panik karena autisnya itu. 

Dan Savannah marah karena John harus pergi lagi dan ditugaskan jauh selama 2 (dua)  tahun.  Mau nggak mau mereka harus melanjutkan hubungan LDR lagi. Dan Savannah jarang kirim surat ke John lagi.  Padahal John udah kesenengan tiap kali helikopter yang membawa sekotak surat datang.  Saat akhirnya John mendapat kiriman surat lagi dari wanita yabg dicintainya,  Savannah.  John harus merelakan Savannah,  karena Savannah sudah tunangan dan mau menikah dengan pujaan hatinya yang baru. 

John sangat terpukul bahkan nggak mau pulang ke Charleston saat atasannya udah ngasih ijin buat dia cuti. John memfokuskan diri untuk membangun karirnya di dunia militer demi melupakan rasa sakitnya. Sumpah baper banget ngeliat adegan John membakar semua surat yang pernah dikirimkan Savannah. Aku ngerti banget perasaan kamu John. Kalau aku jadi John aku juga pasti sakit hati dan kecewa banget. Disini kelihatan banget kalau John itu sangat mencintai Savannah.

Pada akhirnya John terpaksa pulang ke Charleston setelah mendengar kabar Papanya sakit keras,  terkena serangan stroke. 

John menulis sebuah surat buat Papanya. Surat ini bikin aku mewek.  Waktu bertugas selama dua tahun John pernah tertembak dua kali dan meninggalkan dua lubang di tubuhnya. Aku rasa bukan cuma badan John yang mendapat dua lubang,  tapi juga hatinya berlubang karena kehilangan wanita yang dia sayangi. 

Surat ini bikin aku mewek,  John mengingat dua hal sebelum dia pingsan.  Pertama koin,  dan kedua adalah Papanya.  Setelah John selesai membacakan surat,  Papanya meninggal.  John sebenarnya sangat menyayangi Papanya itu dan dia mencurahkan itu lewat surat yang dia tulis. 

John memang sedih setelah Papanya meninggal, Dia nggak sengaja lewat di depan Peternakan Kuda dan nggak sengaja ngeliat Savannah. Dan John mampir lalu mengobrol dengannya.  Savannah mengatakan kalau dia menikah dengan Tim yang mempunyai anak autis bernama Alan. John agak kaget juga karena dia nggak menyangka kalau yang dinikahi Savannah adalah Tim.  Padahal Tim tahu betul kalau Savannah sangat mencintai John. 

Ternyata Tim terkena penyakit Kanker dan kondisinya sudah kritis.  Dan setelah itu mereka berdua mengunjungi Tim ke Rumah Sakit.  John dan Tim mengobrol,  Tim minta maaf ke John karena merebut Savannah darinya tetapi dia tidak punya pilihan lain karena Tim ingin ada yang menjaga Alan sepeninggalnya nanti yaitu Savannah. 

Savannah melakukan pengorbanan dengan menikahi Tim,  demi menjaga Alan,  karena Savannah memang memiliki jiwa sosial yang tinggi. John yang mengetahui alasan Savannah memutuskannya karena berkorban demi Tim dan Alan, memutuskan menjual semua koleksi koin koleksi Papanya kecuali satu koin Jefferson kesayangannya. 

Semua hasil penjualan koin dia transfer untuk Savannah demi biaya pengobatan kanker Tim tanpa sepengetahuan Savannah.  John menerima surat lagi dari Savannah.  Menceritakan kalau setelah menerima kiriman dana dari seseorang,  akhirnya pengobatan  Tim bisa berlanjut dan Tim bisa sembuh dari penyakitnya. Tim bisa berkumpul lagi dengan anaknya,  Alan.  Dan kemudian Savannah bisa melepaskan Tim. 

Karena sudah berpisah dari Tim,  Savannah bisa kembali berhubungan dengan John dan mereka bisa bertemu lagi setelah John selesai dengan tugas militernya. 

Aku senang banget dengan film yang punya akhir happy ending.  Dan paling nggak suka kalau di akhirnya salah satu tokoh utama ada yang meninggal. Atau ending yang gantung,  nggak jelas kelanjutannya. 

Tujuh Setengah dari Sepuluh nilai yang kuberikan pada film ini. 

 

Diposkan pada dailynotesyanti

Harapan

Asalamualaikum blogger semuanya,  mudah-mudahan kita semua dilimpahkan kesehatan dari Allah Swt.  Bersyukur rasanya bisa kembali menulis lagi di blog tercinta ini.  

Begitu banyak hal yang melintas di pikiran saya dan ini sudah di penghujung tahun 2016. Sebentar lagi tahun baru,  horee. Dan semakin lama umur kita bertambah.  Dan saya rasa banyak sekali hal terjadi di tahun ini,  walaupun sekali lagi resolusi saya untuk bantuin Mama Umroh belum terwujud.  Mudah-mudahan tahun depan bisa terkabul ya,  Amin. 

Semakin tahun semakin banyak hal terjadi dalam hidup kita,  ada duka,  ada tawa.  Dan saya rasa semua itu adalah warna-warni hidup yang harus dijalani setiap manusia. Dan pada beberapa hal kita dihadapkan pada beberapa pilihan yang sulit.  Kadang satu pilihan bisa sangat mengubah hidup kita. Semua orang memiliki harapan dan keinginan masing-masing. 

Dan aku berharap semoga semua hal berjalan lebih baik tahun depan,  urusan rejeki,  kesehatan dan juga jodoh. Semoga aku bisa menemukan orang yang tepat di waktu yang tepat. 

Udah dulu ya curhatnya buat hari ini.  Wasalamualaikum. 

Diposkan pada dailynotesyanti

Tentang jodoh

Asalamualaikum teman-teman para blogger yang masih setia membuat postingan di blognya masing-masing.

Semoga kita semua diberi kesehatan, Amin Ya Rabbal Alamin. Karena akhir-akhir ini aku sering sakit flu, makanya bagiku kesehatan sangat mahal artinya dan aku merasa sangat bersyukur ketika flu ku mulai reda.  Tapi baru saja reda sekarang sudah terkena flu lagi,  karena orang disekitarku banyak yang terkena flu juga.  Apa jangan-jangan aku yang membawa virus flu ke mereka,  ya?  Waduh i’m so sorry kalau begitu,  hehehe. 

Btw,  aku belum seratus persen bisa move on dari Kakak itu.  Dan masih saja terkadang pikiran tentang dia melintas di pikiranku.  Aku tidak memaksakan hati dan pikiranku untuk tidak mengingat laki-laki itu kembali,  tapi hanya bisa mengurangi atau mengalihkan pikiran ke hal-hal lain.  Dan dia masih saja seperti dulu,  masih cuek dan acuh padaku. 

Sebenarnya memikirkan dia hanya sia-sia saja. Dan aku cuma membuat diri sendiri lelah karena terus berharap. 

Aku sedang dikenalkan pada seseorang oleh temanku. Aku bahagia sekali karena masih ada yang berbaik hati mengenalkan pria baik padaku. 

Dan kami sedang dalam proses ta’aruf. Kami belum pernah bertemu secara langsung tetapi hanya lewat temanku itu,  kami sudah melakukan pertukaran biodata satu sama lain. Umurnya nggak beda jauh dari aku,  hanya terpaut dua tahun.  Dan dia tinggal di Kota yang berbeda denganku.  

Aku belum bisa menilainya karena belum bertemu langsung.  Jadi,  aku cuma bisa berdo’a kepada Allah Swt.  kalau dia memang baik bagiku, hidupku dan agamaku maka dekatkanlah, dan bila ia tidak baik bagiku, hidupku dan agamaku maka jauhkanlah dia.

Soal jodoh,  maut,  rejeki,  semuanya hanya Allah Swt yang tahu dan mengaturnya.  Aku berharap semoga hal ini akan berjalan baik sejalan dengan niatku yang baik.  Karena niatku serius. Bukan karena paksaan orang lain ataupun karena usia yang sudah 25. Tapi memang atas dasar keinginanku sendiri.  Karena menikah itu menyempurnakan agama. Dan aku rasa ta’aruf adalah cara terbaik untuk mencapai tujuan itu. 

Sudah dulu ya curhatnya,  Wasalamualaikum. 

Diposkan pada dailynotesyanti

Gagal Move on

Hai blogger semuanya… 

Hati saya lagi dirundung galau.  Sepertinya saya selalu curhat soal galau ya akhir-akhir ini.  Karena itulah yang saya rasakan.

Saya belum bisa move on dari dia,  padahal saya sudah berusaha mati-matian melupakannya tapi ketika sedang nggak ngapa-ngapain dan sendiri, pikiran saya kembali tertuju padanya. 

Perasaan ini begitu lama mengganggu saya. Rasanya mau meledak memendam rasa ini sendirian. Padahal saya udah janji sama diri saya kalau saya bakal melupakannya. 

Dia itu aneh.  Nggak pernah ngerespon saya selama hampir sebulan ini.  Nggak nanya’in perasaan saya.  Karena mungkin dia memang nggak ada rasa sama saya.  Tapi saya ingin tahu.  Saya ingin menanyakannya. Bolehkah saya sebagai wanita mengungkapkan perasaan saya duluan ke laki-laki?  Apa ini hanya perasaan kagum saja karena dia tipe yang saya cari? 

Saya suka cowok yang religius,  dan dia adalah orangnya.  Walaupun belum ketemu langsung,  tapi hati saya klik sama dia. Tapi,  apa yang harus saya lakukan?  Apa saya akan diam saja seperti ini terus? 

Tapi saya belum siap dengan jawaban yang akan saya terima darinya. Jangan-jangan dia akan menolak saya. Saya bimbang.  Tapi rasanya sudah nggak tahan lagi memendam rasa ini. 

Tuhan..  Please bantu saya,kasih tau saya apa tindakan terbaik  yang harus saya lakukan.