Diposkan pada dailynotesyanti

Dilan, kamu bikin saya sedih

Asalamualaikum
Aku lagi sedih dan patah hati. Ini semua gara- gara Dilan. Ya, Dilan yang seorang tokoh novel karangan Pidi Baiq. Pidi Baiq harus bertanggung jawab dengan apa yang kurasakan saat ini. Aku marah karena di buku kedua #Dilan mereka -Milea dan Dilan- pada akhirnya harus putus. Aku seolah nggak bisa menerima kenyataan itu.

Kasian sama Milea, tapi lebih kasian sama Dilan. Kalau di buku kedua dibahas soal perasaan Milea yang pada akhirnya harus putus sama Dilan tapi sebenarnya dia masih mencintai Dilan, aku ingin tahu apa yang Dilan rasakan juga, mungkin aku bisa menemukannya di novel yang lain, atau lanjutannya.

Aku hanya merasa kalau Dilan itu tercipta untuk Milea dan begitu juga sebaliknya. Tapi ternyata aku salah, aku salah tebak karena mengira kalau keduanya akan bersatu dan berakhir bahagia. Nyatanya keduanya musti berpisah dan menjalani hidup masing-masing. 

Ini yang paling aku nggak suka ketika baca buku novel romance. Aku nggak suka akhir yang seperti ini, rasanya nggak adil setelah semua yang mereka lewati mereka tetap nggak bisa bersama. Aku nggak bisa terima kalau dua sejoli yang sudah saling melengkapi ini pada akhirnya harus berpisah.

Kadangkala semua hal nggak berakhir sesuai apa yang kita mau. Begitu pula kisah ini, aku hanya nggak suka akhiran yang sedih.

Udah dulu ya curhatnya mau menyeka air mata dulu nih.
Wasalamualaikum

Diposkan pada dailynotesyanti

Ungkapkan atau Akhiri Saja ?

​Seharian ini aku cuma diam di rumah, nggak bisa tidur siang juga. Cuma main medsos plus ngubek-ngubek isi lemari lalu nonton tv, makan dan seharian rasanya habis percuma tanpa melakukan sesuatu yang lebih produktif, lagipula cuaca hari ini benar-benar sempurna untuk bikin setiap orang cuma tinggal di rumah dan menghabiskan hari, karena hampir setengah hari hujan, walaupun sore hujan  udah reda, tapi langit sama sekali nggak berubah cerah, masih kelabu.
Aku udah lama banget ya nggak ngetik or ngisi diary digital ini? Maklumlah akhir-akhir ini aku lumayan sibuk. Dan aku lagi-lagi masih belum bisa move on dari Kakak yang dulu pernah aku ceritakan ke kamu. Dia…laki-laki yang sulit dilupakan. Barusan aja aku menghapus pertemanan dengan akun facebook cowok tersebut. Tapi aku belum berani menghapus dia dari kontak BBM, takut ketahuan sama dia kalau aku menghapusnya. Padahal dia nggak peduli sama aku, terus kenapa aku masih peduli sama dia?
Perasaan ini sangat aneh, masalahnya aku nggak bisa ngehapus seseorang dari kontak BBM begitu saja kalau alasannya tidak terlalu kuat, tapi seharusnya alasanku sudah cukup untuk menghapusnya bahkan dari ingatanku juga. Karena dia tidak pernah menanyakan bagaimana kabarku setelah sekian lama aku mengharapkan pertanyaan itu datang padaku. Dan aku sama sekali tidak punya harapan. Rasanya hatiku sangat sakit kalau aku menghapus dia tanpa memberi tahukan soal aku suka sama dia, tapi aku takut dampak yang akan terjadi setelah aku mengatakannya. Rasanya sangat menyesakkan kalau aku tidak mengatakan yang sebenarnya, tapi kalau sampai Mama tahu kalau aku mengatakan suka pada laki-laki duluan, aku pasti dianggap wanita yang nggak punya harga diri, tapi aku tidak kuat menahannya lagi, aku ingin dia tahu bahwa aku menyukainya, sangat menyukainya.
Rasanya seperti menanggung sesuatu yang berat dan aku tidak sanggup menopangnya lagi. Karena rasanya akan sangat sakit kalau aku sudah tidak berteman lagi dengannya di sosial media manapun sementara dia tidak tahu bagaimana isi hatiku.
Rasanya suatu hari aku ingin jujur pada seseorang, tidak ingin terus merahasiakan tentang isi hatiku terus –menerus. Selama ini aku selalu meyembunyikannya hingga nggak ada satu orang pun yang mengetahuinya. Kadang rasanya sangat sakit saat perasaan kita bertepuk sebelah tangan, tapi akan lebih baik kalau kita menyampaikan daripada terluka tanpa tahu dengan jawaban orang yang kita sukai diam-diam. Itu yang sedang aku pikirkan seharian ini, aku terus ragu-ragu ingin mengatakannya atau tidak.
Menurutmu, apa yang harus aku lakukan? Menghapus dia begitu saja atau menyatakan isi hatiku lalu tunggu reaksinya lalu kemudian menghapusnya?

——-ditulis : 14 April 2017——–