Diposkan pada dailynotesyanti

I Miss You,Nek

Pernahkah kalian kehilangan sesuatu yang sangat berharga dalam hidup kalian? Jawabannya pasti pernah. Dan kehilangan sesuatu yang berharga bagi kita bisa apa saja bentuknya, misalnya kehilangan harta benda berupa rumah, mobil, perhiasan atau uang, kehilangan orang yang paling disayangi seperti ayah, Ibu atau saudara kandung bahkan pasti ada orang yang kehilangan seluruh anggota keluarganya dikarenakan bencana alam dan musibah lainnya. Dan saya sangat bersyukur karena masih memiliki orang yang paling saya sayangi dalam hidup saya, yaitu Ayah, Ibu dan Adik saya. 

Dalam hidup ini tidak ada yang sifatnya abadi atau kekal jadi saya sangat yakin bahwa suatu saat orang yang saya sayangi akan meninggalkan dunia ini dan itu merupakan ketentuan dan  kodrat dari Allah Swt yang menciptakan kita di dunia ini.

Saya kehilangan sosok nenek dalam hidup saya. Saya sangat merindukannya. Nenek yang sangat saya sayangi, yang meninggal pada tahun 1997. Sebagai anak kecil saat itu usia saya masih 6 tahun, mungkin tidak terlalu banyak kenangan yang saya miliki bersama nenek. Nenek mengidap penyakit kronis, beliau mengidap penyakit paru-paru basah, tubuh beliau kurus sekali dan selama beliau sakit kami merawatnya di rumah dengan pengobatan alternatif karena saat itu keadaan ekonomi yang pas-pasan. 

Nenek yang saya kenal lebih sering berbaring di kasur karena kondisi beliau yang sering  sakit-sakitan menyandang penyakitnya. Saat beliau sehat, rasanya sangat bahagia. Ketika Ia sehat, Nenek sering menyuruh saya membelikan kebutuhan dapur di warung, kadang membeli minyak gas yang saat itu kami gunakan sebagai bahan bakar untuk memasak. Dengan sendal kebesaran dan jerigen minyak berwarna merah, saya berangkat ke warung di samping rumah untuk membeli minyak gas. Kadang saya sering memainkan jerigen kosong itu dengan menendangnya menggunakan lutut saya. Ketika selesai berbelanja, nenek memberi saya upah untuk saya jajan yang biasa saya belikan permen, snack atau cabutan. Rasanya bahagia sekali menerima uang pemberian Nenek.

Saat kehilangan sosok nenek, saya selalu membayangkan bagaimana rasanya jika sampai sekarang masih memiliki nenek, pasti rasanya sangat bahagia. Tetapi kita tidak boleh menyesali sesuatu yang telah hilang dalam hidup kita, kita harus bersyukur dengan apa yang kita miliki saat ini. Walaupun nenek tidak ada lagi, saya masih bisa mengirimkan do’a setiap malam Jum’at dan masih bisa nyekar ke makam Nenek setiap satu minggu sekali untuk mengunjunginya dan membersihkan makamnya. Itulah yang bisa saya lakukan untuk  mengobati rasa rindu saya pada sosoknya. Semoga nenek mendapat tempat yang layak di sisi-Nya, Amin Ya Robbal Alamin 

Sekian cerita saya tentang nenek.

Wasalamualaikum

Iklan

Penulis:

Yantinurhida lahir pada tanggal 17 Nopember. Dia sulung dari dua bersaudara. memiliki 1 orang adik laki-laki yang sekarang sedang duduk di kelas XI SMA. Sedang dalam pencarian pekerjaan yang membuatnya merasa menemukan passion-nya. Hobinya adalah menulis blog, membaca, bermimpi, menggambar, menyanyi asal , nonton film, nonton acara sport, main game dan menonton Running Man. Motto : Selalu OPTIMIS dan pantang menyerah!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s