Diposkan pada dailynotesyanti

Renungan untuk Diri

Asalamualaikum…

Saya orang yang sangat sulit merubah kesukaan dan keinginan saya. Tidak mudah bagi saya untuk berubah prinsip dari A ke B, karena saya orang yang cukup berkepala batu alias keras kepala.  Salah satunya adalah selera musik, walaupun orang mengatakan selera musik saya terlalu random tapi saya akan tetap menyukainya karena itulah musik yang saya suka walau genrenya campur-campur.

Saya juga sangat cuek pada penampilan, walaupun saya perempuan. Tapi saya selalu mengikuti perkembangan trend busana baik dari pinterest atau Instagram. Sayangnya saya nggak punya cukup dana dan keberanian untuk tampil stylish atau modis. Ya, saya nggak peduli walaupun orang beranggapan gaya saya kuno atau jadul. Saya nyaman dengan gaya saya yang kasual dan tanpa banyak make up.

Ketika memulai memutuskan memakai BB cream, saya sadar bahwa ketika saya membasuh wajah dengan air, maka BB cream itu akan luntur, terhapus air dan harus dipakai ulang lagi. Ternyata bermake up itu cukup menyusahkan dan bermake up itu memiliki batas waktu. Kecantikan alami terutama yang berasal dari hati memang jauh lebih utama dari kecantikan yang dibuat-buat baik oleh make up maupun operasi.

Kecantikan yang dimiliki seseorang adalah hal yang wajib untuk disyukuri, karena itu adalah anugerah baginya. Dan hati-hati karena kecantikan bisa membuat pemiliknya menjadi orang yang sombong.

Kalau saya, walaupun cuma wajah standar yang penting sempurna, tidak kurang satu pun, dan tidak memiliki cacat, Alhamdulillah.

Selagi masih bisa bersyukur, maka  bersyukurlah, sebelum nyawa kita diambil dan sebelum kita masuk ke liang lahat.

Bersyukur menambah nikmat hidup. Sungguh beruntung orang yang dalam hidup selalu bersyukur akan keadaannya, sesusah apapun itu.

Kadang kita selalu menginginkan yang lebih dan nafsu manusia yang kita punya membuat kita tidak pernah merasa puas. Memang kodratnya manusia punya kekurangan dan kelebihan.

Ya, walaupun wajah saya tidak cantik, tapi saya harap saya bisa dipandang sebagai  seorang wanita baik-baik, dibalik semua kekurangan  yang saya miliki.

Selama ini kita bersikap sesuai dengan bagaimana kita ingin dipandang oleh orang lain. Saya selalu bekerja keras dan serius dalam bekerja. Walaupun kadang itu membuat saya stress. Saya juga selalu berusaha mentaati peraturan yang berlaku dan disiplin waktu. Dan itu yang membuat orang-orang di tempat kerja menganggap saya terlalu lurus dan terlalu serius. Sebenarnya saya juga bisa capek seperti yang lain, tapi saya selalu berusaha yang terbaik, yah walau kadang ada saja yang iri atau mencela kerja keras saya.  Kadang kalau usaha kita tidak dihargai orang, di saat itulah kita ingin menyerah saja.

Kadang saya berpikir mau resign setiap kali merasa iri pada orang lain yang kerjaannya santai atau merasa apa yang saya lakukan tak pernah dihargai orang lain.  Tapi saya merasa saya kurang bersyukur kalau saya berhenti begitu saja, pekerjaan juga merupakan sebuah rejeki, lantas mengapa saya ingin menolak rejeki dari Allah Swt kepada saya, lantas mengapa saya suka sekali mengeluh tentang urusan pekerjaan, padahal masih banyak hal yang saya bisa syukuri dari pekerjaan saya.
Mungkin, di saat seperti  itulah saya diuji untuk sabar, agar tak lekas menyerah dan putus asa. Pikiran-pikiran itu kadang datang lalu pergi lagi. Seiring bertambah usia dan kedewasaan, saya jadi makin tertutup ke Mama soal masalah di tempat kerja. Saya nggak mau membebani pikiran Mama. Saya hanya akan membuat beliau ikutan stress memikirkan saya. Saya harus bisa mengatasi permasalahan saya sendiri karena sekarang umur saya udah makin tua, hampir 26 tahun jadi saya musti lebih dewasa dan tambah bijak mengambil keputusan dan jangan asal saja. 

Terima kasih banyak Ya Allah Swt atas rejeki pekerjaan ini, maaf kalau saya suka mengeluh ingin berhenti saja atau kadang mengatakan kata-kata bodoh seperti sudah tidak tahan lagi menanggung semuanya.  Karena saya hanya manusia biasa yang terkadang bisa jatuh dan putus asa karena sebuah permasalahan  mendera.

Karena terkadang saya benar-benar merasa takut untuk menghadapi semuanya walau pada akhirnya harus tetap dihadapi. Saya ingin hidup dengan lebih berani dan jujur ke diri sendiri, saya ingin lebih banyak bersyukur dan saya ingin hidup saya benar-benar bermakna baik bagi diri saya maupun memberi makna ke orang lain.

Saya ingin orang menilai saya sebagai pribadi yang baik. 

Saya sangat menyukai hidup saya. Walau selalu ada kepahitan di dalamnya tapi saya juga selalu mendapat kebahagiaan didalamnya. 
Terima kasih Ya Allah Swt yang telah menciptakan saya dan yang membuat saya ada di dunia.

Demikian renungan saya bagi diri saya sendiri. Sudah dulu ya curhatnya.

Wasalamualaikum…