Diposkan pada dailynotesyanti

About My Self

 

Perkenalkan, nama saya  Nurhidayanti. Saya anak pertama dari dua bersaudara. Saya dilahirkan di Kota Martapura dan berdomisili di kota ini dari sejak lahir hingga sekarang. Saya mencintai Kota ini, Kota yang berjuluk Kota Intan, dan memiliki pusat perdagangan batu permata yang sangat besar dan terkenal, Pusat Perbelanjaan Cahaya Bumi Selamat, namanya. Kota saya tidak macet dan hal itu yang bisa saya banggakan dari kota lain yang pernah saya datangi. Kota ini juga dijuluki sebagai Kota Santri atau Kota Serambi Mekkah karena terkenal dengan banyaknya santri yang menimba ilmu agama dan belajar di pondok pesantren dan terkenal dengan Kota yang cukup religius, ada ulama dan tokoh agama besar yang sangat terkenal di Kota saya namanya adalah K.H. Zaini Abdul Ghani atau yang lebih sering diberi gelar Guru Sekumpul.

Kembali ke diri saya, saya saat ini bekerja sebagai tenaga kontrak di sebuah instansi pemerintah daerah. Dan saya seorang introvert. Tapi saya bangga dengan diri saya. Walaupun pencapaian hidup saya tidak seberapa dan belum bisa membuat bangga kedua orang tua. Motto hidup saya adalah selalu optimis dan pantang menyerah dan hidup adalah perjuangan. Dalam hidup ini kunci utamanya adalah sabar karena orang yang sabar akan beruntung. Saya selalu yakin bahwa tidak pernah ada perjuangan yang sia-sia. Dan setiap usaha akan dihargai, meskipun bukan oleh manusia tetapi Tuhan yang akan menghitung semua usaha kita. Dan semua kebaikan memiliki nilai, sekecil apapun perbuatan baik yang kita lakukan. Saya tidak mau jadi orang yang sok suci dan saya mengakui bahwa saya adalah orang yang mempunyai banyak kekurangan dan kelemahan, dosa dan semua itu adalah manusiawi karena tidak ada manusia yang seratus persen baik dan tidak ada manusia yang terlahir sebagai orang jahat.

Sekian secara singkat perkenalan diri saya. Terima kasih bagi yang sudah sudi membaca tulisan ini. Dan selamat menjalankan Ibadah puasa bagi yang menjalankannya. Wasalamualaikum.

************************************

Diposkan pada dailynotesyanti

Puasa Hari ke -4

Asalamualaikum wr. wb.
Hari ini adalah hari ke-4 puasa Ramadhan. Alhamdulillah masih diberi kesehatan untuk menjalankan ibadah puasa hingga hari ini.

Hari pertama puasa Ramadhan, aku harus datang ke kantor karena ada acara di kantor. Dan pulangnya hampir menjelang maghrib. Ada acara pembukaan Pasar Kue Ramadhan di alun-alun kota yang diadakan oleh kantor kami bekerjasama dengan PD Pasar.

Puasa tahun ini semoga lebih baik dari tahun kemarin dan ibadah kita jauh lebih berkualitas. Dan semoga kita semua bisa mendapat berkah dari puasa kita.

Sudah dulu ya curhatnya, Wasalamualaikum.

Diposkan pada dailynotesyanti

Dilan, kamu bikin saya sedih

Asalamualaikum
Aku lagi sedih dan patah hati. Ini semua gara- gara Dilan. Ya, Dilan yang seorang tokoh novel karangan Pidi Baiq. Pidi Baiq harus bertanggung jawab dengan apa yang kurasakan saat ini. Aku marah karena di buku kedua #Dilan mereka -Milea dan Dilan- pada akhirnya harus putus. Aku seolah nggak bisa menerima kenyataan itu.

Kasian sama Milea, tapi lebih kasian sama Dilan. Kalau di buku kedua dibahas soal perasaan Milea yang pada akhirnya harus putus sama Dilan tapi sebenarnya dia masih mencintai Dilan, aku ingin tahu apa yang Dilan rasakan juga, mungkin aku bisa menemukannya di novel yang lain, atau lanjutannya.

Aku hanya merasa kalau Dilan itu tercipta untuk Milea dan begitu juga sebaliknya. Tapi ternyata aku salah, aku salah tebak karena mengira kalau keduanya akan bersatu dan berakhir bahagia. Nyatanya keduanya musti berpisah dan menjalani hidup masing-masing. 

Ini yang paling aku nggak suka ketika baca buku novel romance. Aku nggak suka akhir yang seperti ini, rasanya nggak adil setelah semua yang mereka lewati mereka tetap nggak bisa bersama. Aku nggak bisa terima kalau dua sejoli yang sudah saling melengkapi ini pada akhirnya harus berpisah.

Kadangkala semua hal nggak berakhir sesuai apa yang kita mau. Begitu pula kisah ini, aku hanya nggak suka akhiran yang sedih.

Udah dulu ya curhatnya mau menyeka air mata dulu nih.
Wasalamualaikum

Diposkan pada dailynotesyanti

Ungkapkan atau Akhiri Saja ?

​Seharian ini aku cuma diam di rumah, nggak bisa tidur siang juga. Cuma main medsos plus ngubek-ngubek isi lemari lalu nonton tv, makan dan seharian rasanya habis percuma tanpa melakukan sesuatu yang lebih produktif, lagipula cuaca hari ini benar-benar sempurna untuk bikin setiap orang cuma tinggal di rumah dan menghabiskan hari, karena hampir setengah hari hujan, walaupun sore hujan  udah reda, tapi langit sama sekali nggak berubah cerah, masih kelabu.
Aku udah lama banget ya nggak ngetik or ngisi diary digital ini? Maklumlah akhir-akhir ini aku lumayan sibuk. Dan aku lagi-lagi masih belum bisa move on dari Kakak yang dulu pernah aku ceritakan ke kamu. Dia…laki-laki yang sulit dilupakan. Barusan aja aku menghapus pertemanan dengan akun facebook cowok tersebut. Tapi aku belum berani menghapus dia dari kontak BBM, takut ketahuan sama dia kalau aku menghapusnya. Padahal dia nggak peduli sama aku, terus kenapa aku masih peduli sama dia?
Perasaan ini sangat aneh, masalahnya aku nggak bisa ngehapus seseorang dari kontak BBM begitu saja kalau alasannya tidak terlalu kuat, tapi seharusnya alasanku sudah cukup untuk menghapusnya bahkan dari ingatanku juga. Karena dia tidak pernah menanyakan bagaimana kabarku setelah sekian lama aku mengharapkan pertanyaan itu datang padaku. Dan aku sama sekali tidak punya harapan. Rasanya hatiku sangat sakit kalau aku menghapus dia tanpa memberi tahukan soal aku suka sama dia, tapi aku takut dampak yang akan terjadi setelah aku mengatakannya. Rasanya sangat menyesakkan kalau aku tidak mengatakan yang sebenarnya, tapi kalau sampai Mama tahu kalau aku mengatakan suka pada laki-laki duluan, aku pasti dianggap wanita yang nggak punya harga diri, tapi aku tidak kuat menahannya lagi, aku ingin dia tahu bahwa aku menyukainya, sangat menyukainya.
Rasanya seperti menanggung sesuatu yang berat dan aku tidak sanggup menopangnya lagi. Karena rasanya akan sangat sakit kalau aku sudah tidak berteman lagi dengannya di sosial media manapun sementara dia tidak tahu bagaimana isi hatiku.
Rasanya suatu hari aku ingin jujur pada seseorang, tidak ingin terus merahasiakan tentang isi hatiku terus –menerus. Selama ini aku selalu meyembunyikannya hingga nggak ada satu orang pun yang mengetahuinya. Kadang rasanya sangat sakit saat perasaan kita bertepuk sebelah tangan, tapi akan lebih baik kalau kita menyampaikan daripada terluka tanpa tahu dengan jawaban orang yang kita sukai diam-diam. Itu yang sedang aku pikirkan seharian ini, aku terus ragu-ragu ingin mengatakannya atau tidak.
Menurutmu, apa yang harus aku lakukan? Menghapus dia begitu saja atau menyatakan isi hatiku lalu tunggu reaksinya lalu kemudian menghapusnya?

——-ditulis : 14 April 2017——–

Diposkan pada dailynotesyanti

Sebuah Catatan Cinta

​Aku nggak suka bau rokok, itu membuatku batuk-batuk.

Aku nggak suka kehadiranmu karena itu membuat nafasku sesak.

Setiap kali aku melihatmu berjalan di hadapanku, selalu membuat aku tersenyum sepanjang waktu.

Dan aku tau, inilah cinta.
Sebulan sudah kuketahui dia jadian dengan seorang gadis : cantik, tinggi, putih, manis dan masih muda, umurnya baru 20 tahunan. Kalau dibandingkan dengan aku yang berpenampilan biasa, nggak bisa dandan dan nggak stylish. Aku pasti kalah jauh dibandingkan dengan gadis itu.
                 Sekarang umurku 24 tahun, dan laki-laki yang kutaksir lebih muda satu tahun usianya dariku. Ya, aku sedang jatuh suka pada lelaki yang lebih muda alias brondong. Tapi jiwa laki-laki itu seperti anak- anak, dia suka bermain game, seperti dia suka bermain hati dengan banyak wanita. Dulu, kukira dia laki-laki yang polos dan baik hati. Orang sepertiku yang mudah jatuh cinta bisa salah paham dengan kebaikan sikapnya, tapi bukan hanya denganku saja dia bersikap baik, dia bersikap baik ke siapa saja, wanita mana saja.
Mungkin semua kualitas yang dimiliki oleh gadis itu tidak dimiliki olehku, tapi aku wanita yang baik dan setia. Mungkin sifat baik tidak bisa terlihat di luar, karena itu adalah salah satu kecantikan yang tersembunyi di dalam. Tidak seperti make up yang bisa menambah kecantikan yang bisa dipandang dari luar. Suatu hari gadis itu mencari laki-laki yang kutaksir, sebut saja dia Gio dan gadis itu adalah Luna.
Luna mengajakku mengobrol, aku merasa ada suatu perasaan tidak suka ketika mengobrol dengan Luna. Mungkin aku minder bila dihadapan wanita yang jauh lebih cantik dariku. Ada terbersit perasaan tidak nyaman saat dia mengajakku ngobrol. Semakin lama mengobrol dengan Luna, hatiku semakin sakit. Karena aku melihatnya lebih baik dariku. 
              Dia wanita yang ramah, setiap aku melihat wajahnya aku selalu melihat sebuah senyuman yang indah. Matanya yang bulat dan bulu matanya yang lentik, lesung pipinya yang dalam dan aura keceriaan yang selalu muncul setiap ia tersenyum. Laki-laki mana yang bisa menolak pesona wanita ini. Jadi wajar saja kalau aku kalah dari dia. Tapi aku tidak mau menyerah begitu saja, aku akan berusaha mendapatkan Gio yang kala itu masih single dan masih dalam tahap pendekatan dengan Luna.
Luna gadis yang baik, wajar jika ia bisa merebut hati Gio. Suatu kali, saat aku menyadari perasaanku pada Gio, aku berubah, dari seseorang yang pendiam menjadi sosok yang lebih ceria dan suka melontarkan jokes-jokes lucu. Ternyata ada semacam hormon yang dilepaskan ketika kita sedang jatuh cinta dan hal itu membawa kebahagiaan dalam hidup kita.
Aku menatap Gio sangat lama saat ia tak menyadarinya. Aku bahkan stalking akun media sosialnya dan untungnya aku tak menemukan foto Luna disana. Dari sosial medianya aku baru tahu kalau dia menyukai warna biru dan dia sangat suka Klub Sepakbola Chelsea. Aku ikut-ikutan nonton saat ada pertandingan Chelsea dan bikin status mendukung klub sepakbola itu agar dia membacanya. Suatu hari aku sengaja memakai baju dan jilbab warna favoritnya, biru agar ia senang melihatnya.
Aku yang biasanya nggak pernah dandan, jadi mulai membeli alat make up untuk pemula dan belajar make up. Dan aku berdandan saat ke kantor. Teman-teman yang menyadarinya mulai mengejekku, tapi aku acuh saja. Tapi sayangnya Gio tak pernah menyadarinya.
Pernah suatu kali kami hanya tinggal berdua dalam ruang kantor yang sunyi. Rasanya aku ingin sekali menghampirinya lalu mengungkapkan perasaanku, tapi sayangnya dia keburu keluar dari ruangan untuk menghindariku. Apa dia begitu tak menyukaiku? Hingga berada dalam satu ruangan bersama pun dia tak sudi? Entahlah, sejak saat itu aku sering melihatnya chatting lewat aplikasi Whatssapp dengan seseorang sambil senyum-senyum sendiri. Dan kutebak, itu pasti Luna. Mereka saling menyukai, pantas mereka bersama. Dan aku tidak rela dengan keadaan ini, tiba-tiba dunia terasa tak adil bagiku. Kurasa hidupku tak berarti lagi saat aku melihatnya memajang foto di Instagram dengan Luna. Mereka saling memberi komentar  dalam postingan foto itu. Beberapa hari kemudian dia kembali memajang kue donat hasil bikinan Luna untuk dia berbuka puasa sunah. Rasanya hatiku seperti sangat panas, aku cemburu dan aku marah.
Di umurku yang 24 tahun ini aku masih jomblo, jadi ada beberapa orang mencoba menjodoh-jodohkanku. Tapi tidak pernah berhasil, karena mereka tidak tahu bahwa aku sedang jatuh cinta pada Gio. Aku menyimpan rapat-rapat rahasia ini dalam hatiku hingga hanya aku dan Tuhan yang tahu.
              Lama baru aku bisa menyadari bahwa aku harus mulai merelakan seseorang yang bukan jodohku. Tapi rasa sakit yang aku rasakan sungguh sulit untuk aku tahan. Setiap malam aku tidak bisa tidur dengan nyenyak setelah patah hati. Setiap hari tanganku selalu gatal ingin mengintip Instagram Gio, padahal aku tahu hal ini malah akan semakin menyakiti diriku semakin dalam.
                Rasa sakit hatiku mungkin tidak bisa pulih dengan segera. Tapi, setelah beberapa bulan, aku mulai berhenti melihat-lihat postingan fotonya di Instagram. Urusan percintaannya bagiku bukanlah urusanku lagi, walau kadang-kadang aku masih sering memikirkannya saat aku sedang sendiri dan melamun.
              Dia pantas untuk bahagia bersama Luna, begitu pula denganku. Aku juga ingin bahagia dan mengalami kisah cinta yang bahagia sama seperti Gio dan Luna. Saat ini aku sedang berusaha melupakan Gio dan berusaha menemukan pelabuhan hati yang baru. Menemukan seseorang yang juga bisa membalas perasaanku, yang tidak akan membuatku patah hati lagi seperti dulu. Tapi aku tidak perlu buru-buru, jodoh bukanlah sebuah perlombaan siapa cepat dia yang menang. Yang terpenting sekarang adalah aku ingin jadi wanita yang paling bahagia dan terus optimis sekalipun banyak coba’an mendera dan pertanyaan “Kapan Kawin?” yang tak kunjung reda. Berbahagia dan bersyukurlah atas apa yang kau miliki sebelum kau kehilangan segalanya.

Diposkan pada dailynotesyanti

Bosan

Asalamualaikum… Para blogger yang masih setia menulis dan mengisi blognya.  Aku merasa hari ini lagi kurang fit,  gara-gara aku kurang waktu buat tidur,  manusia memang seharusnya memiliki waktu tidur 6 – 8 jam sehari.  Dan tadi malam aku tidur jam 1 malam. Kurang tidur memang bisa bikin tubuh kita lemah dan nggak fit dan katanya mengganggu organ pencernaan.  Oleh karena itu sebaiknya kita tidur lebih awal,  di bawah jam 10 malam,  agar esok harinya ketika beraktivitas,  tubuh kita kembali fit dan segar dan bisa lebih produktif lagi dalam bekerja. 

Sometimes aku ngerasa ada hari dimana kerjaan lagi numpuk banget dan aku nggak bisa istirahat sama sekali. Tapi ada hari dimana nggak ada kerjaan alias kerjaan sepi dan aku bingung mau ngapain,  pengen main internet terus juga bosen,  pengen main game tapi nggak punya game apapun di handphone. 

Aku orangnya mudah bosen kalau nggak ngapa-ngapain.  Makanya aku lebih suka banyak beraktivitas ketimbang duduk diam saja.  Aku juga suka banget baca – baca artikel,  ketimbang main game. 

Aku nggak suka nunda-nunda pekerjaan.  Tapi kalau semua pekerjaan udah beres,  aku juga bakal bosan. Kadang bingung mau ngapain kalau udah begini. Makanya sekarang aku nulis di blog,  mungkin caraku mengungkapkan kalau aku lagi nggak ada yang dikerja’in. Dan sekarang aku ngerasa bete banget.  Nggak tau mau ngapain,  cuman bisa bilang aku lagi BT, dan rasanya pengen pergi ke suatu tempat yang ramai. 

Diposkan pada dailynotesyanti

Diet gagal dan Cerita Lainnya

                Asalamualaikum wr. wb.

                Sudah cukup lama ya saya nggak menulis.  Kadang saya heran kenapa saat saya memiliki kuota internet tapi saya malah tidak membuat tulisan.  Tapi di saat kuota sudah hampir habis seperti sekarang ,  saya justru semangat ingin curhat di blog saya.  Dan saya rasa antusiasme saya dalam menulis blog makin berkurang dari waktu ke waktu. 

               Btw,  saya capek sekali nih,  setelah  beres-beres dan mencuci pakaian kotor,  aktivitas rutin saya pas ada waktu di hari libur.  Saya dan keluarga belum punya mesin cuci,  bukan karena nggak mampu membeli mesin cuci, tapi karena mesin cuci bisa membuat pembayaran listrik jadi naik,  Jadi Ibu saya memutuskan untuk tidak membelinya.  Tau kan kalau tarif listrik sekarang sudah naik?  Ini saja sudah naik 25% dari biasanya. Makanya kami sekeluarga masih nyuci manual alias mengucek pakaian dengan tangan,  memang lebih membutuhkan waktu yang lama,  tapi lebih irit listrik. Ya,  walaupun jadi repot kalau sudah musim hujan begini karena pakaian nggak kering-kering.  Lain dengan menggunakan mesin cuci, karena ada pengeringnya. Tapi cara mencuci ini jauh lebih hemat pengeluaran listrik. Kami juga tidak pernah menggunakan jasa laundry,  seumur-umur baju-baju saya belum pernah masuk ke Tempat laundry.  Ya,  kami memang lebih suka mengunakan cara lama daripada cara praktis,  walaupun banyak tempat laundry yang buka di sekitar rumah kami. 
        Saya baru saja menimbang berat badan dan ternyata berat saya naik lagi,  dari yang semula 46,2 Kg menjadi 47,2 Kg.  Naik 1 kg dari terakhir saya timbang berat badan.  Dulu waktu masih kerja di tempat sebelumnya, berat badan  saya cuma 43 Kg,  tahun 2013 sih,  sudah lama sekali,  seiring tahun berat saya naik satu kilogram,  44 Kg tahun 2014, kemudian 45 Kg di tahun 2015, dan tahun 2016 naik lagi satu kilogram menjadi 46,2 Kg. Padahal saya rasa 46,2 Kg udah cukup ideal,  eh ternyata malah naik lagi,  padahal saya udah cukup  rajin olahraga lho. 

              Biasanya saya ikut senam 1 (satu)  minggu sekali, sekarang jadi 2 (dua) minggu sekali saya ikut senam.  Tapi tetap aja BB (Berat Badan)  saya naik.  Ya,  nggak terlalu besar banget naiknya,  jadi saya nggak begitu khawatir.  Wajar sih,  soalnya hobi saya sekarang suka makan kue coklat,  minum susu coklat,  cokelat Silver Qu**n,dan  ngemil apa saja. Nggak salah kalau berat badan  saya naik terus,  hehehe. 

                 Kenapa ya cewek begitu sensitif kalau ditanya masalah berapa berat badan. Dan perempuan selalu takut gemuk. Termasuk saya.  Saya sendiri,  pernah nyoba diet,  tapi nggak pernah berhasil. Gagal terus.  Mama malah marah kalau saya bilang saya sedang diet,  Mama ngerasa berat saya udah ideal,  jadi nggak perlu ikut diet-dietan segala.

 
      Saya mencoba untuk nggak makan di atas jam 7 malam. Tapi gara-gara keseringan kerja sampai sore banget,  hampir maghrib,  jadinya  saya capek, terus lapar dan akhirnya udah sebulanan ini saya melanggar janji saya untuk nggak makan malam atau makan nasi di atas jam 6 atau jam 7 malam. Mungkin karena ini juga saya jadi nambah berat badan,  selain itu gara-gara nonton drama korea saya jadi tidur larut malam alias begadang,  kebiasaan nggak sehat ini tentu ikut mempengaruhi berat badan saya.  Ya,  semua diet nggak ada hasilnya kalau kita menerapkan pola hidup nggak sehat, seperti : jarang olahraga,  kurang tidur,  makan berat di atas jam 7 malam,  dan lain-lain. 

Kalau mau diet,  harus menerapkan pola hidup sehat juga,  perbanyak olahraga,  tidur yang lebih awal, rajin mengkonsumsi buah dan sayuran dan kurangi stress.  Setidaknya itulah yang pernah saya baca di artikel cara untuk menurunkan berat badan. 

               Kalau masalah ngurangin stress kayaknya agak berat ya,  saya aja selalu ngerasain yang namanya stress kalau kerjaan lagi banyak,  terus ditambah beban sakit hati,  rasanya mau marah aja,  tapi nggak tau mau dilampiaskan kemana.  Manusia selalu berpikir dan nggak mungkin santai aja kalau lagi ada masalah,  bawa’annya pasti stress,  mana bisa lagi banyak problem trus kita malah ketawa-ketawa dan happy. 

                Ya,  dalam hidup emang selalu penuh sama problematika kehidupan. Makin bertambah usia,  makin banyak masalah yang harus kita hadapi.  Makin besar pula tanggung jawab yang musti kita pikul. Kita harus bisa sabar melewati semua ujian kehidupan ini.

                  Saya jadi sok bijak banget ya kalau ngomong,  padahal sendirinya juga belum tentu baik.  Kadang saya mikir,  kita begitu mudah menilai orang begini begitu padahal diri kita sendiri juga belum tentu lebih baik dari orang yang kita nilai.  Jadi perbanyak introspeksi diri dulu dan jangan lupa banyak-banyak mensyukuri apa yang udah kita miliki.  Jangan  sampai hidup kita cuma diisi sama mengeluuh terus,  kayak saya sukanya ngeluh  terus ya. 

              Udah dulu deh tulisan buat hari ini.  Oya,  Selamat Weekend!  semoga weekend kalian menyenangkan. 
Wasalamualaikum.